Demonstrasi Berlanjut, Ratusan Mahasiswa Geruduk DPRD dan Gelar Orasi

Kamis, 08 Oktober 2020 17:44 Eris Kuswara Parlemen

Demonstrasi Berlanjut, Ratusan Mahasiswa Geruduk DPRD dan Gelar Orasi

 

Koropak.co.id - Ratusan Mahasiswa Gabungan se-Kota Tasikmalaya menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Kamis (8/10/2020). Mereka menolak Omnibus Law atau UU Cipta Kerja dan menuntut agar UU yang telah disahkan DPR-RI bersama pemerintah itu dicabut.

Selain menyampaikan orasi, sebagian perwakilan mahasiswa memasuki ruang Paripurna dan menggelar musyawarah bersama Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, H Aslim SH.

Dalam orasinya, para mahasiswa ini menuntut agar DPRD Kota Tasikmalaya sepakat menolak pengesahan UU Omnibus Law, dengan menandatangi nota kesepakatan antara DPRD dengan mahasiswa.

Koordinator Pusat Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Tasikmalaya, Fajar Reza Fitria mengatakan, seluruh mahasiswa, masyarakat dan kalangan buruh sepakat menolak keras UU Omnibus Law Cipta Kerja. Bahkan pihaknya juga menuntut agar UU tersebut secepatnya dicabut.

"Baru saja DPRD Kota Tasikmalaya juga sepakat dengan kami untuk menolak UU Omnibus Law dan dibuktikan denga penandatangan nota kesepakatan. Hidup Mahasiswa! Hidup Buruh! Hidup Perempuan Yang Melawan!," teriak Fajar.

 

Demonstrasi Berlanjut, Ratusan Mahasiswa Geruduk DPRD dan Gelar Orasi

 

Baca : Tuai Pro-Kontra, Pemerintah Pusat Harus Beri Penjelasan UU Omnibus Law

 

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, H Aslim SH menyebutkan, tuntutan mahasiswa masih sama dengan aksi demonstrasi yang dilakukan pada hari sebelumnya, yakni menolak dan menuntut UU Omnibus Law Cipta Kerja dicabut.

"DPRD Kota Tasikmalaya mengapresiasi penyampaian aspirasi yang dilakukan mahasiswa dengan tertib dan aman. Ada komunikasi yang baik antara Koordinator aksi dengan kami. Sehingga dengan kompromi yang baik, kami sangat welcome menerima mereka untuk bermusyarawah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Hal-hal inilah yang harus kita kedepankan agar tidak terjadi tindakan miss komunikasi dan anarkisme," tutur Aslim.

Ditambahkan, DPRD sudah satu suara dengan mahasiswa, masyarakat dan buruh. Karena aspirasi mereka itu menyangkut dengan hajat hidup orang banyak yang bukan hanya buruh saja melainkan juga seluruh lapisan masyarakat.*

 


Berita Terkait