Hindari Jalan Berlubang, Pengendara Macetkan Jalan Garut-Kota Tasikmalaya

Senin, 12 Oktober 2020 21:36 D. Farhan Kamil Daerah

Hindari Jalan Berlubang, Pengendara Macetkan Jalan Garut-Kota Tasikmalaya


Koropak.co.id - Sejumlah pengendara motor maupun mobil dari arah Garut - Kota Tasikmalaya, berusaha menghindari jalan bergelombang dan berlubang, tepatnya di perempatan Muktamar Jalan Raya Singaparna, Desa Cipakat Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya, Senin (12/10/2020).

Hampir kebanyakan pengendara motor maupun mobil berusaha melambatkan laju kendaraan dan mengambil samping kiri jalan. Bahkan tidak jarang jalur kanan jalan arah ke Alun-alun Singaparna tersita oleh pengendara motor yang tidak sabar mengantri.

Akibatnya, kemacetan arus lalu lintas dari kedua arah, tidak dapat dihindari hingga menimbulkan antrian kendaraan cukup panjang hingga 3 kilometer.

Di tengah antrian kendaraan dari arah Garut - Kota Tasikmalaya, sejumlah anggota Satlantas Polres Tasikmalaya turun ke jalan. Selain untuk mengurai kemacetan, petugas juga berusaha menutup sejumlah lubang besar dengan kedalaman sekitar 20 centimeter.

"Kita mendapatkan banyak kendaraan roda dua yang terjebak di lubang sehingga kita bantu untuk mengangkatnya. Kita juga berusaha mencairkan kemacetan dengan mengatur arus lalu lintas sambil berusaha menutupi lubang-lubang jalan menggunakan batu dan kerikil. Ini inisiaitif kita sekaligus arahan pimpinan untuk menutup lubang-lubang," kata Kanit Dikyasa Satlantas Polres Tasikmalaya, Ipda Hajar Sutiar.

 

Koropak.co.id - Hindari Jalan Berlubang, Pengendara Macetkan Jalan Garut-Kota Tasikmalaya (2)

 

Baca : Jalan Berlubang Ancaman Pengendara

 

Sementara itu, salah seorang warga setempat Sugianto (46) mengaku, kerusakan jalan provinsi di titik tersebut bukan hal baru.

"Itu sudah langganan pak. Baru beberapa bulan diperbaiki, sudah rusak lagi. Selain jalannya bergelombang ya sekarang pada berlubang. Sudah tidak aneh kalau di sini terjadi kemacetan karena pengendara menghindari permukaan jalan yang bergelombang dan berlubang," tutur Sugianto.

Menurut dia, selain karena sering digenangi air hujan, perempatan Muktamar ini menjadi sentral lalu lintas kendaraan truk-truk besar pengangkut barang dari berbagai arah seperti truk bermuatan pasir dari Galunggung.

"Mereka menambang pasir di Galunggung, sementara stock field-nya di perkotaan, otomatis lewat perempatan ini," ujarnya.

Seharusnya tegas dia, pemerintah memperbaiki jalan ini secara permanen alias tidak setengah jadi. Minimal pakai rabat beton khusus di titik yang sering cepat rusak. Kemudian permukaan jalannya di tinggikan agar saat hujan turun, air mengalir ke gorong-gorong itu pun saluran airnya harus diperbaiki dulu.*


Baca : Bencana Banjir dan Longsor di Kabupaten Tasikmalaya, Telan Korban Jiwa


Berita Terkait