Pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja Telah Melahirkan Kegaduhan Publik

Senin, 12 Oktober 2020 23:49 D. Farhan Kamil Daerah

Pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja Telah Melahirkan Kegaduhan Publik

 

Koropak.co.id - Sedikitnya 50 orang Pengurus Pusat Jaringan Persatuan Asli Tasik Indonesia (JAPATI), menggelar Aksi damai dan do'a bersama untuk keselamatan bangsa di Taman Makam Pahlawan Karoeng Tasikmalaya. (12/10/2020).

Aksi tersebut untuk menyikapi persoalan bangsa pasca ditetapkannya Omnibus Law atau UU Cipta Kerja oleh Pemerintah dan DPR.

"Ini merupakan sikap JAPATI atas ditetapkannya Omnibus Law oleh pemerintah dan DPR yang terkesan terburu-buru dan kurang melibatkan partisipatif masyarakat. Alhasil kami memandang bahwa keputusan DPR lebih banyak mudarat yang ditimbulkan dibanding manfaatnya, karena telah menimbulkan kegaduhan," kata Ketua Umum JAPATI, Junen Hudaya.

Junen menegaskan, JAPATI sepakat dengan sikap penolakan yang dilakukan buruh, petani dan mahasiswa terhadap UU Cipta Kerja, yang sampai saat ini, belum ada keterbukaan mengenai draf asli yang sudah di tetapkan oleh DPR.

"Kami meminta kepada Ketua DPR agar segera menyosialisasikan draf materi Omnibus Law atau UU Cipta Kerja yang sudah di tetapkan. Kami juga meminta Mahkamah Konstitusi (MK) untuk melakukan Judicial Review dan berpihak kepada Rakyat," tegas Junen.

 

Koropak.co.id - Pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja Telah Melahirkan Kegaduhan Publik

 

Baca : Tuai Pro-Kontra, Pemerintah Pusat Harus Beri Penjelasan UU Omnibus Law

 

Lebih jauh Junen menyayangkan, adanya oknum penyusup yang melakukan provokasi untuk membuat kekisruhan di tengah-tengah aksi massa penolakan yang telah membuat banyak jatuh korban.

Padahal kata dia, gerakan para buruh, tani dan mahasiswa itu sangat ideologis dan murni untuk kepentingan rakyat. Tetapi justru ada sebagian orang dan kelompok tertentu yang memanfaatkannya untuk kepentingan politiknya.

"Kami meminta aparat kepolisian untuk menindak oknum penyusup yang melakukan provokasi, sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku," ucapnya.

Ia memgungkapkan rasa keprihatinannya terhadap kondisi bangsa ini.

"Semua elemen masyarakat adalah benteng bangsa. Kita merdeka karena bersatu. Mari kita hargai perjuangan para pahlawan. Kami mengajak kepada seluruh elemen masyarakat, pemerintah, TNI dan Polri untuk tetap bersama-sama menjaga kondusifitas bangsa, berpegang teguh kepada Pancasila dan menjaga keutuhan NKRI," tutur Junen.*

 

Baca : Budi Hartono: Pansos Para Politisi dan Isu Penolakan Omnibus Law


Berita Terkait