Walikota Tasikmalaya Pertimbangkan KBM Tatap Muka Awal Tahun 2021

Senin, 19 Oktober 2020 19:31 Eris Kuswara Daerah

Walikota Tasikmalaya Pertimbangkan KBM Tatap Muka Awal Tahun 2021

 

Koropak.co.id - Meskipun saat ini Kota Tasikmalaya sudah memasuki zona kuning, namun Pemerintah Kota Tasikmalaya masih belum memastikan untuk menggelar kembali Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka. Hal itu dikarenakan, pemerintah juga akan melakukan evaluasi hingga 28 Oktober 2020 sebelum menentukan keputusan yang akan diambil.

Demikian disampaikan Walikota Tasikmalaya, Drs H Budi Budiman kepada Koropak selepas menghadiri Pembukaan Launching Pelatihan E-Commerce yang dilaksanakan di Gedung Workshop Pusat Penelitian Infrastruktur dan Kewilayahan (PPIK) Kersanagara Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya, Senin (19/10/2020).

"Sebenarnya kami juga terus menginstruksikan Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya untuk terus memantau perkembangan terkait KBM tatap muka hingga hari ini. Selain itu, kami juga melihat dunia pendidikan di wilayah Jawa Barat juga masih belum berjalan normal dikarenakan masih adanya risiko," kata Walikota.

 

Baca : Meninjau Ulang KBM Dengan Belajar Dari Rumah di Kota Tasikmalaya

 

Ditambahkan Walikota, sebab, penyebaran Covid-19 saat ini sudah masuk ke klaster-klaster keluarga. Sehingga, inilah yang masih pihaknya antisipasi dan tren penyebaran Covid-19 di Kota Tasikmalaya juga masih tinggi dan naik serta belum kembali normal seperti sediakala.

"Kalau misalkan selama 2 minggu itu kita tidak ada kasus dan semua berjalan normal, sehingga paling aman kita merencanakan dan mempertimbangkan awal tahun 2021 mendatang bisa dimulai. Selain itu, awal tahun itu juga bersamaan dengan pemerintah yang merencanakan penyediaan vaksin," ucapnya.

 

Koropak.co.id - Walikota Tasikmalaya Pertimbangkan KBM Tatap Muka Awal Tahun 2021

 

Baca : KBM Tatap Muka Ditunda Pemkot Tasikmalaya Sediakan Aplikasi Belajar Daring

 

Sementara itu, untuk saat ini pembelajaran masih dilaksanakan secara daring. Bahkan pemerintah juga sudah menyebarkan kuota gratis bagi anak-anak. Selain itu juga dengan adanya kuota tersebut, justru kegiatan belajar anak-anak menjadi lebih padat hingga malam hari.

"Untuk di Kota Tasikmalaya sendiri bagi guru-guru yang mengajar pun, kami memberikan pelatihan melalui program dari Dinas Kominfo Kota Tasikmalaya. Tentunya itu bisa mereka manfaatkan bersama dan ini juga menjadi sesuatu yang baru bagi guru. Sehingga pembelajaran secara daring dari para guru itu bisa terpenuhi," ujarnya.*

 

Baca : Seorang Lagi Pasien Positif Covid di Kota Tasikmalaya Meninggal Dunia


Berita Terkait