Pemilih Tunanetra di Kabupaten Tasikmalaya Minta KPU Pertajam Huruf Braille

Selasa, 20 Oktober 2020 16:05 D. Farhan Kamil Pilkada

Pemilih Tunanetra di Kabupaten Tasikmalaya Minta KPU Pertajam Huruf Braille

 

Koropak.co.id - Menjelang pelaksanaan Pilkada serentak 9 Desember 2020 Kabupaten Tasikmalaya, sejumlah pemilih disabilitas dari kalangan tunanetra (difabel netra), meminta KPU menyediakan template braille dengan kualitas yang lebih baik dari template braille pada pemilu 2019 lalu.

Mereka sangat berharap dalam penyediaan template sebagai alat bantu untuk mengakses pencoblosan bagi difabel netra ini, lebih mudah dibaca dan dimengerti. Artinya template dengan hurup yang lebih timbul disertai dengan penunjuk muka atas, bawah, kiri atau kanan.

"Pada pemilu legislatif dan presiden tahun lalu, saya dan rekan-rekan sesama cukup terkendala dengan huruf braille pada template yang kurang timbul, sehingga agak sulit dibaca," tutur salah seorang penyandang tunanetra/difabel netra asal Kampung Talun RT 01/ 02 Desa Salebu Kecamatan Mangunreja, Jajang Riza, saat menerima pemaparan terkait kepemiluan dan protokol kesehatan yang digelar relawan demokrasi basis disabilitas, Selasa (20/10/2020).

Jajang berharap, KPU memerhatikan hal tersebut untuk mempermudah pembacaan surat suara di tempat pemungutan suara (TPS).

"Jangan salah, tingkat partisipasi difabel netra pada setiap pesta demokrasi, sangat aktif dan tinggi, maka kelancaran dalam proses pemilihan nanti harus diperhatikan pihak penyelenggara," ujar Jajang.

Menanggapi usulan kaum difabel netra, Komisioner KPU Kabupaten Tasikmalaya Divisi Hukum dan Teknis, Fahrudin, S.Ag mengatakan, pihaknya akan segera menyampaikan usulan tersebut ke KPU RI.

"Kita juga akan mengawal proses pengadaan template braille ini sebelum dicetak oleh perusahaan pemenang tender melalui e-katalog. Nanti kita lihat siapa pemenangnya dan kita berikan input terkait usulan para difabel netra," kata Fahrudin.

 

Koropak.co.id - Pemilih Tunanetra di Kabupaten Tasikmalaya Minta KPU Pertajam Huruf Braille

 

Baca : KPU Kabupaten Tasikmalaya Bentuk Dua Kampung Demokrasi dan Duta Pilkada

 

Sementara itu, relawan demokrasi basis disabilitas pada Pilkada serentak Kabupaten Tasikmalaya, Hermawan mengatakan, pada pemilu tahun ini berbeda dengan ajang pemilu tahun-tahun sebelumnya. Selain bertugas menyosialisasikan tentang kepemiluan, relawan demokrasi juga memiliki tugas penting untuk menyosialisasikan protokol kesehatan.

"Pilkada serentak diselenggarakan dalam kondisi pandemi Covid-19, maka bagaimana hajat masyarakat ini bisa berjalan dengan demokratis tanpa mengabaikan upaya pencegahan penyebaran virus corona dan memutus rantai penyebarannya," kata Hermawan.

Ditambahkan, dari beberapa kali sosialisasi kepada kaum disabilitas, sebagian besar sudah mengetahui rencana Pilkada yang akan digelar pada Desember 2020 nanti. Mereka juga cukup mengetahui tentang pandemi Covid-19 beserta dampak dari pandemi tersebut. Namun yang perlu dipertajam dalam sosialisasi tersebut adalah keinginan untuk menggunakan hak suaranya di TPS.

"Maka fasilitas penunjang pemilu untuk para penyandang disabilitas ini, perlu menjadi perhatian pihak penyelenggara, sehingga ada energi bagi mereka untuk datang ke TPS dan menyalurkan hak pilihnya dengan baik," ujar Hermawan.*

 

Baca : Bawaslu Beberkan Potensi Karut Marut Daftar Pemilih di Pilkada Serentak 2020


Berita Terkait