Pengajuan BPUM Tahap Tiga, Kembali Dibuka Hingga November 2020

Rabu, 21 Oktober 2020 22:28 Eris Kuswara Daerah

Pengajuan BPUM Tahap Tiga, Kembali Dibuka Hingga November 2020

 

Koropak.co.id - Tahap 3 pengajuan Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) kembali dibuka hingga November 2020. Namun jika kuota nasional sudah habis, maka secara otomatis akan ditutup. Untuk pengajuan tidak ada pungutan biaya.

Hal itu ditegaskan Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, H Murjani, SE, MM, menanggapi banyaknya kabar beredar mengenai pengajuan BPUM yang dipungut biaya, Rabu (21/10/2020).

"Kami mempersilahkan bagi para pelaku usaha mikro untuk mengajukan dengan cara menyerahkan indentitas foto Kartu Tanda Penduduk (KTP), nomor handphone yang masih aktif, foto selfie dengan usaha yang dijalankan dan Surat Keterangan Usaha (SKU)," kata Murjani.

 

Lihat : Raperda Pengembangan Usaha Mikro, Payung Hukum Bagi Pelaku Usaha Mikro

 

Selain persyaratan tersebut, pelaku usaha mikro juga bisa membawa dokumen persyaratan Ke Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (KUMKM Perindag). Atau ke pos pelayanan pendaftaran di lokasi - lokasi tertentu yang disiapkan pihak dinas.

"Kita telah membuat pos pelayanan pendaftaran di 2 lokasi yaitu di Garasi Gahara Rent Car Jalan Merdeka Nomor 11 A Kota Tasikmalaya dan di Perum Winaya Jaya B6 Sambongjaya Kota Tasikmalaya dengan pelayanan full mulai Senin hingga Minggu," ucapnya.

Murjani menuturkan, tujuan dengan dibukanya pos pelayanan pendaftaran tersebut adalah untuk mengurai jumlah pengusul yang selama ini terkonsentrasi di dinas, sehingga membludak.

 

Koropak.co.id - Pengajuan BPUM Tahap Tiga, Kembali Dibuka Hingga November 2020

 

Lihat : Raperda Pengembangan Usaha Mikro, DPRD Bantu Pelaku Usaha Mikro

 

Ditambahkan, program BPUM ini tidak berlaku untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI dan Polri serta Pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Program BPUM ini sangat strategis dilakukan sebagai upaya pemerintah untuk membantu usaha mikro, agar tetap bisa bertahan di tengah Pandemi Covid-19 dalam rangka pemulihan ekonomi," ujarnya.

Sementara itu lanjut dia, pada tahap 1 dan 2, tercatat dari jumlah total 132.000 pemohon, secara bertahap sudah cair melalui rekening masing-masing sebanyak 93.000 pemohon.

"Jika masing-masing penerima bantuan mendapat Rp 2,4 juta, maka sudah ada Rp 223,2 miliar uang yang masuk ke Kota Tasikmalaya untuk mengerakkan usaha mikro," ucapnya.*

 

Baca : Bantuan Produktif Usaha Mikro Rp 2,4 Juta Untuk Setiap Pelaku Usaha Mikro

 


Berita Terkait