Apresiasi Seni Gelar Budaya 2020 Sebagai Ruang Kreativitas Pelaku Seni

Kamis, 22 Oktober 2020 21:07 Eris Kuswara Daerah

Apresiasi Seni Gelar Budaya 2020 Sebagai Ruang Kreativitas Pelaku Seni

 

Koropak.co.id - Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya menggelar kegiatan Apresiasi Seni Gelar Budaya 2020, yang dilaksanakan di Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya (GKKT) pada Kamis (22/10/2020).

Kadisporabudpar Kota Tasikmalaya, Aan Hadian mengatakan, apresiasi Seni Gelar Budaya Tahun 2020 adalah fasilitasi ruang kreativitas untuk para pegiat seni budaya di Kota Tasikmalaya. Kegiatan ini juga sebagai wahana bagi para pegiat seni untuk dapat menampilkan kreativitasnya.

"Hampir sembilan bulan lamanya para pegiat seni nyaris tanpa kegiatan pagelaran akibat pandemi Covid-19. Untuk itu, Disporabudpar memfasilitasi mereka dengan menciptakan ruang kreativitas sekaligus juga dalam rangka memperingati Hari jadi Ke-19 Kota Tasikmalaya yang jatuh pada 17 Oktober 2020 lalu," kata Hadian.

Dalam kegiatan Apresiasi Seni Gelar Budaya ini jelas dia, ada 12 kelompok kesenian yang tampil disesuaikan dengan situasi pandemi yang harus tetap menerapkan protokol kesehatan baik untuk pegiat seni maupun penonton.

 

Koropak.co.id - Apresiasi Seni Gelar Budaya 2020 Sebagai Ruang Kreativitas Pelaku Seni

 

"Dalam pelaksanaan protokol kesehatan khususnya menjaga jarak, kita menerapkan pola berbeda untuk mengatur jarak duduk penonton. Kita gunakan payung geulis sebagai ikon Kota Tasikmalaya, untuk menyekat jarak," tutur dia.

Kenapa harus payung geulis ujar dia, sebab payung geulis merupakan ciri khas dan simbol kebanggaan masyarakat Kota Tasikmalaya sekaligus aset yang luar biasa karena keindahan seninya yang terdapat pada payung geulis. Dan keindahan tersebut sudah dikenal luas hingga seluruh nusantara bahkan manca negara.

Ditambahkan, untuk mengantisipasi terjadinya ledakan penonton, pihaknya telah menerapkan aturan pembatasan jumlah penonton.

"Kapasitas Gedung Kesenian Tasikmalaya mampu menampung penonton sebanyak 300 orang. Dalam pagelaran ini hanya akan diisi penonton sebanyak 70 orang saja. Hal ini disesuaikan dengan situasi pandemi Covid-19," ujarnya.*

 

Baca : Pelaku Seni Jangan Takut Untuk Berkreasi di Tengah Pandemi Covid-19