Sampah Berpotensi Jadi Ancaman, Namun Bisa Juga Jadi Peluang

Selasa, 27 Oktober 2020 22:01 Eris Kuswara Parlemen

Sampah Berpotensi Jadi Ancaman, Namun Bisa Juga Jadi Peluang


Koropak.co.id - Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya, H. Ishak Farid mengatakan, berbicara masalah sampah, ia menilai terdapat dua sisi positif dan negatif terhadap kehidupan masyarakat. Sampah bisa menjadi ancaman apabila diperlakukan secara tidak bijak.

"Ketika masyarakat atau siapapun membuang sampah sembarangan, apalagi ke sungai, maka akan berdampak pada pencemaran lingkungan dan menimbulkan penyakit. Bahkan ancaman lainnya bisa mengundang terjadinya bencana banjir akibat aliran air sungai tersendat," kata Ishak selepas mengikuti audiensi bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Negeri Siliwangi (Unsil) Kota Tasikmalaya, di ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kota Tasikmalaya, Senin (26/10/2020).

Tetapi, di sisi lain terang Ishak, sampah juga dapat menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat yang produktif. Karena dari sampah ini bisa juga menjadi ladang usaha dan tambahan sumber pendapatan.

"Ada beberapa jenis sampah yang bisa dipilah dan didaur ulang seperti menjadi pupuk kompos atau benda - benda lain yang berguna. Intinya bisa membuat semacan bank sampah," ujarnya.

Ditambahkan, dalam mengatasi permasalahan sampah ini masyarakat juga harus memahami Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan disiplin dalam menjaga lingkungan. Kemudian, ada masyarakat yang konsentrasi dalam menjaga lingkungan dari pencemaran akibat sampah.

Masyarakat bisa bersinergi dan bekerjasama dengan pemerintah serta melakukan koordinasi dan komunikasi bersama dinas yang membidanginya yaitu Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas PUPR.

 

Koropak.co.id - Sampah Berpotensi Jadi Ancaman, Namun Bisa Juga Jadi Peluang

 

Baca : Jika Peran Serta Masyarakat Rendah, Soal Sampah Tetap Jadi Masalah

 

Disinggung terkait permasalahan galian c yang ada di wilayah Gunung Pameongan Kelurahan Sukamulya Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya, ia menyarankan sebelum masalah ini melebar dan mengganggu kerukunan antar warga, pihak yang berkepentingan sejatinya bisa duduk bersama dan menyelesaikan permasalahan dengan baik.

"DPRD tidak berada di pihak manapun. Kami mendorong agar masyarakat secara dewasa menyesaikan permasalahan yang ada. Kami juga meminta kepada pemerintah baik daerah atau provinsi untuk menjadi penengah dan menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat, baik yang ada di wilayah Pameongan ataupun Aboh," tuturnya.

Ia menambahkan, sebuah keputusan itu bukan dibuat dan dipaksakan hanya untuk memenuhi keinginan kelompok tertentu. Tetapi harus mendengarkan dan mengakomodir pendapat dari sebagian besar masyarakat.

"Segala rencana untuk galian c ke depannya harus benar-benar diperhitungkan dan dipertimbangkan secara matang agar tidak menjadi konflik," ucapnya.*

 

Baca : Praktik Galian C Di Bukit Pameongan Kota Tasikmalaya Harus Ditindak