Kejari Kabupaten Tasikmalaya Antisipasi Upal di Pilkada Serentak 2020

Selasa, 27 Oktober 2020 22:29 D. Farhan Kamil Daerah

Kejari Kabupaten Tasikmalaya Antisipasi Upal di Pilkada Serentak 2020

 


Koropak.co.id - Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya, memusnahkan sejumlah barang bukti dari 44 perkara yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap. Pemusnahan dilakukan di depan kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (27/10/2020).

Pemusnahan barang bukti tersebut dipimpim Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Tasikmalaya M. Syarif yang diikuti oleh Kapolres Tasikmalaya, Kodim 0612/Tasikmalaya, Badan Narkotika Nasional (BNN), Lapas Tasikmalaya, MUI, BPOM Tasikmalaya serta Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP).

"Barang bukti yang dimusnahkan dari 44 perkara ini salah satunya perkara pemalsuan uang dengan jumlah uang Rp 2,9 Miliar. Perkara lainnya yakni penganiayaan, pencurian, narkotika/sabu, psikotropika dengan bukti 21.280 butir pil Hexymer dan minuman keras," kata Syarif.

Kemudian lanjut dia, ditambah ada tiga perkara asusila, pemerasan satu perkara, pembunuhan dua perkara, senjata tajam dua perkara, penghasutan satu perkara, prostitusi satu perkara dan pembakaran satu perkara.

 

Koropak.co.id - Kejari Kabupaten Tasikmalaya Antisipasi Upal di Pilkada Serentak 2020

 

Baca : Terdengar Suara Kaca Pecah Sebelum Kebakaran, Kantor Desa Neglasari Dibakar?

 

Terkait adanya kasus uang palsu yang mencapai Rp 2,9 miliar, kata Syarif, Pihaknya akan terus bekerjasama dengan pihak kepolisian dan TNI untuk mengintensifkan pengawasan dalam rangka menekan peredaran uang palsu. Apalagi menjelang pelaksanaan Pilkada serentak 9 Desember 2020 nanti.

“Sejauh ini belum ada laporan adanya peredaran uang palsu di wilayah Kabupaten Tasikmalaya yang sedang berproses tahapan Pilkada serentak," ujarnya.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya, Nurtjipto mengatakan, untuk mengantisipasi peredaran uang di masyarakat, pihaknya terus mengedukasi dan menyosialisasikan cara mengetahui keaslian uang dengan sangat sederhana dan mudah. Yakni dengan diterawang, dilihat dan diraba.

“Uang palsu yang barusan dimusnahkan, cetakannya lebih halus.” tutur Nurtjipto.*

 

Baca : Berniat Mendatangi Paranormal Galunggung, Malah Dibekuk Polisi