Yayasan Mentari Hati Kirim Puluhan ODGJ Ke RS Marzoeki Mahdi Bogor

Jum'at, 13 November 2020 18:21 Adin Wardini Daerah

Yayasan Mentari Hati Kirim Puluhan ODGJ Ke RS Marzoeki Mahdi Bogor


Koropak.co.id - Dihari kesehatan nasional, Pemerintah Kota Tasikmalaya membuka acara pelayanan Kesehatan Jiwa Masyarakat dan evakuasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), di Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Mentari Hati Kota Tasikmalaya, Jalan Letjen Mashudi KM. 01, Mulyasari, Kecamatan Tamansari. Kamis (12/11/2020).

Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, Dinas Kesehatan, Kepala Rumah Sakit Jiwa D. H Marzoeki Mahdi Bogor dan anggota komisi IV Kota Tasikmalaya, beserta tamu undangan lainnya.

Plt Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Tasikmalaya, Abu Mansur mengatakan, ODGJ yang ada di Kota Tasikmalaya sampai saat ini mencapai 828 lebih dan terdaftar di dinas sosial. Sedangkan ODGJ yang ada di Yayasan Mentari Hati berjumlah 38 orang.

"Untuk 38 ODGJ, mereka akan diberangkatkan ke Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor untuk mendapatkan perawatan selama 23 hari. Kita sudah bekerja sama dengan RS Marzoeki. Dan untuk biaya pengobatannya sudah dicover oleh BPJS KIS," kata Mansur.

 

WhatsApp Image 2020-11-12 at 5.56.10 PM

 

Ditambahkan, identitas ke-38 ODGJ di Yayasan Mentari Hati, bukan asli warga Kota Tasikmalaya. Karena yayasan ini tidak menerima ODGJ yang asli warga Kota Tasikmalaya.

"ODGJ ini sudah kita fasilitasi dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) formal. Hal itu karena RSJ Marzoeki Mahdi hanya melayani pengobatan bagi yang memiliki identitas meskipun ODGJ ini bukan asli warga Kota Tasikmalaya. Mereka terlantar," tuturnya.

Mansur berharap, mudah-mudahan selama 23 hari dirawat, ODGJ ini bisa sembuh total, dan bisa beraktivitas layaknya orang sehat.

Sementara itu, Ketua Yayasan Mentari Hati, Dadang Heriyadi menuturkan, hasil pemantauan di lapangan, masih terdapat 24 ODGJ yang masih berkeliaran di Kota Tasikmalaya. Mereka warga asli Kota Tasikmalaya.

"ODGJ asli warga Kota Tasikmalaya tidak akan kami jaring, karena Yayasan Mentari Hati ini hanya merawat ODGJ yang terlantar juga beridentitas bukan asli warga Tasikmalaya. Apabila ada ODGJ asli warga Kota Tasikmalaya yang terjaring, maka akan kami kembalikan kepada pihak keluarganya," kata Dadang.*


Baca : Penderita Gangguan Jiwa di Kota Tasikmalaya Butuh Perhatian Keluarga 


Berita Terkait