Gudang Beras di Kota Tasikmalaya Diserang Sekelompok Orang Tak Dikenal

Rabu, 18 November 2020 15:04 Eris Kuswara Daerah

Gudang Beras di Kota Tasikmalaya Diserang Sekelompok Orang Tak Dikenal


Koropak.co.id - Sebuah kantor pengadaan dan supplier beras di Jalan Jati Kelurahan Panyingkiran Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya, di serang sekelompok orang tidak dikenal, Selasa (17/11/2020) malam.

Penyerangan yang terjadi sekitar pukul 23.40 WIB itu, mengakibatkan dua orang karyawan mengalami luka-luka, setelah para pelaku menganiaya hingga membacok korban. Tidak hanya itu, pengrusakan berbagai fasilitas juga dilakukan oleh para pelaku penyerangan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koropak, salah seorang karyawan yang menjadi korban penganiayaan, Roni Nurbani mengatakan, kejadian bermula saat ia bersama rekannya sedang beristirahat usai bekerja.

"Tiba-tiba, datang tiga mobil di depan gerbang yang terus membunyikan klakson. Kemudian, gerbang di buka dan mereka pun masuk," ujarnya.

Setelah masuk ke dalam gerbang, lanjutnya, para pelaku ini langsung menyerang melakukan pengrusakan terhadap fasilitas kantor dengan membawa senjata tajam sambil berteriak dengan kata-kata kasar.

"Saya tidak mengetahui apa permasalahannya, tapi teman saya yang terkena bacokan senjata tajam sepertinya paham karena salah seorang pelaku menyebutkan salah seorang nama yaitu H. Dede. Saat itu, posisi tangan saya diikat lalu dikeroyok," katanya.

 

Gudang Beras di Kota Tasikmalaya Diserang Sekelompok Orang Tak Dikenal

 

Usai mendapati laporan adanya pengrusakan dan penganiayaan, pihak kepolisian dari Polsek Indihiang langsung melakukan olah Tempat Kajadian Perkara (TKP). Petugas akan menelaah aksi brutal sekelompok orang tidak dikenal yang terekam kamera CCTV kantor supplier beras tersebut.

"Hal ini masih dalam proses penyidikan kita. Diduga, kejadian ini karena adanya kesalahpahaman yang mengakibatkan pengrusakan fasilitas hingga penganiayaan," ujar Kapolsek Indihiang Kompol Didik Rohim.

Informasi sementara kata dia, terduga pelaku berasal dari Panjalu Kabupaten Ciamis. "Kita akan terus melakukan penyelidikan dan identitas terduga pelaku penyerangan dan penganiayaan yang sudah kita kantongi," tegasnya.*

 


Berita Terkait