KPU Kabupaten Tasikmalaya, Sortir dan Lipat 1.368.156 Lembar Surat Suara

Kamis, 19 November 2020 11:48 D. Farhan Kamil Pilkada

KPU Kabupaten Tasikmalaya, Sortir dan Lipat 1.368.156 Lembar Surat Suara

 

Koropak.co.id - Di tengah kekhawatiran penyebaran virus corona atau Covid-19, ratusan petugas dari perwakilan anggota panitia pemungutan suara (PPS) di 351 desa dan 39 kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya, mulai melakukan penyortiran dan pelipatan kertas surat suara untuk Pilkada serentak 9 Desember 2020 Kabupaten Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (18/11/2020).

Kegiatan sortir dan pelipatan sebanyak 1.368.156 lembar surat suara itu, dipusatkan di Gedung Islamic Center dan ditargetkan selesai dalam waktu tiga hari, untuk kemudian didistribusikan ke ke 3.740 tempat pemungutan suara (TPS).

"Kita targetkan selesai dalam waktu tiga hari atau sampai hari Jumat besok. Kita minta seluruh PPK mengirimkan perwakilannya masing-masing. Sengaja kita tempatkan di Gedung Islamic Center yang berkapasitas untuk ribuan orang ini, agar pelaksanaan protokol kesehatan betul-betul bisa diterapkan," kata Ketua KPU Kabupaten Tasikmalaya, Zamzam Zamaludin.

 

KPU Kabupaten Tasikmalaya, Sortir dan Lipat 1.368.156 Lembar Surat Suara

 

Baca : Pemilih Tunanetra di Kabupaten Tasikmalaya Minta KPU Pertajam Huruf Braille

 

Dari pantauan Koropak, dalam kegiatan tersebut, nampak sebagian petugas mengabaikan protokol kesehatan dengan tidak memakai masker dan menjaga jarak minimal 1 meter. Alhasil jajaran kepolisian dari Polres Tasikmalaya yang dipimpin langsung Kapolres Tasikmalaya AKBP Hendria Lesmana meminta petugas keluar ruangan Islamic Center dan mengurangi jumlah orang didalam gedung.

“Kita minta KPU untuk mengurangi jumlah petugas di dalam gedung karena abai terhadap protokol kesahatan. Kita mengambil langkah tegas untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran Covid-19,“ kata Hendria.

Sementara itu, salah seorang anggota PPK Ciabalong, Octa mengakui, pasca diperingatkan aparat kepolisian, jumlah petugas pelipatan surat suara yang tadinya 15 orang, menjadi 10 orang per kecamatan.

"Untuk yang lima orang lagi berada di luar ruangan namun tidak di dalam kompleks Islamic Center. Kita lakukan pola ship. Kita akan terus memperhatikan protokol kesehatan demi keselamatan dan kenyamanan bersama," ujarnya.*

 

Baca : Pemulihan Ekonomi Masyarakat Terdampak Covid-19 Jauh Lebih Penting


Berita Terkait