DPRD Jawa Barat Soroti Rencana Pembangunan Creative Center di Cirebon

Jum'at, 20 November 2020 19:43 Dede Hadiyana Parlemen

DPRD Jawa Barat Soroti Rencana Pembangunan Creative Center di Cirebon

 

Koropak.co.id - DPRD Provinsi Jawa Barat soroti penamaan dan fungsi dari Gedung Negara di Kota Cirebon yang sebelumnya berfungsi sebagai kantor Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah III Kabupaten Cirebon, menjadi creative center.

Menurut Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Sadar Muslihat, Gedung Negara tersebut sudah termasuk ke dalam kategori bangunan heritage atau peninggalan sejarah yang dijamin oleh Undang-undang.

"Segala bentuk perubahan, baik dari renovasi termasuk alih fungsi bangunan, harus dengan izin lembaga yang ditunjuk oleh Undang-undang. Keberadaan heritage pun harus diperhatikan jika ingin memanfaatkan lingkungan di sekitarnya," ujar Sadar dalam acara kunjungan kerja bersama BPKAD Jawa Barat, ke Gedung Negara Jalan Kesenden Kecamatan Kejaksan Kota Cirebon, Kamis (19/11/2020).

Pihaknya berharap, penamaan Gedung Negara itu jangan sampai menghilangkan esensi dari sebuah penginggalan sejarah di Kota Cirebon. Pasalnya, dengan perubahan nama dengan istilah asing itu, dapat melebur persepsi masyakarat terkait keberadaan Gedung Negara.

 

DPRD Jawa Barat Soroti Rencana Pembangunan Creative Center di Cirebon (2)

 

 

Baca : Anggota DPRD Jabar Apresiasi Kaum Milenial Pangandaran Olah Pupuk Kompos

 

"Pada saat Gubernur Jawa Barat hendak membangun creative center, kita mengharapkan namanya harus berkaitan dengan rumah negara, seperti creative center Rumah Negara Cirebon, jangan sampai dengan istilah asing kemudian hilang keasliannya," katanya

Selain itu, lanjut Sadar yang juga anggota Fraksi Partai PKS ini, pembangunannya pun harus menyesuaikan dengan kondisi dan arsitektur rumah negara. Sehingga keberadaannya bisa menjadi pusat kegiatan sesuai tujuan creative center tanpa harus merubah keaslian bangunan bersejarah yang menjadi saksi perkembangan Negara Indonesia.

"Kami meminta kepada BPKAD Jawa Barat serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat, agar ke depan bangunan sejarah itu bisa menjadi museum, balai seni, balai ekonomi kreatif, termasuk juga kegiatan komunitas kreatif yang bisa membuat masyarakat lebih produktif namun tidak mengurangi nilai-nilai sejarah yang begitu kental di dalamnya," ucap Sadar.*

 

Baca : Reses I DPRD Provinsi Jawa Barat Serap Aspirasi Masyarakat Cianjur


Berita Terkait