Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Refresh Motivasi Akreditasi Puskesmas Tahun 2020

Senin, 23 November 2020 18:33 Dede Hadiyana Daerah

Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Refresh Motivasi Akreditasi Puskesmas Tahun 2020


Koropak.co.id - Guna memenuhi standardisasi pelayanan puskesmas di Kota Tasikmalaya, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya menggelar Workshop Pendukung Implementasi Akreditasi Puskesmas Tahun 2020 yang berlangsung di Hotel Horison Kota Tasikmalaya, Senin (23/11/2020).

Kepala Seksi Mutu Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, H. Irmansyah mengatakan, kegiatan ini sudah berlangsung sejak Senin 16 November 2020 hingga 25 November 2020 nanti. Kemudian dilanjutkan kembali tanggal 30 November hingga 3 Desember 2020 mendatang.

"Pelaksanaan kegiatan ini cukup panjang karena memang banyak materi-materi yang harus disampaikan oleh narasumber secara langsung dari Kementerian Kesehatan RI, dengan tujuan agar ilmu-ilmu yang berkaitan dengan akreditasi disegarkan kembali," kata Irmansyah, saat dijumpai Koropak di sela-sela kegiatan.

Sebagai salah satu tugas Seksi Mutu Pelayanan Kesehatan Dinas Kota Tasikmalaya terang dia, kegiatan ini dilaksanakan secara berkelanjutan untuk memenuhi standardisasi pelayanan puskesmas, khususnya di wilayah Kota Tasikmalaya.

"Pelaksanaan pelayanan puskesmas untuk saat ini terutama dalam pelayanan BPJS Kesehatan, harus sudah terakreditasi. Bahkan klinik-klinik swasta juga harus diakreditasi," katanya.

 

Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Refresh Motivasi Akreditasi Puskesmas Tahun 2020 (2)

 

Baca : Kota Tasikmalaya Terancam Degradasi Ke Zona Merah Covid-19

 

Dari 22 Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas yang ada di Kota Tasikmalaya, 21 UPTD Puskesmas sudah terakreditasi baik yang utama, madya, maupun dasar sejak tahun 2017 dan 2018. Tinggal satu UPTD Puskesmas yang belum terakreditasi, yakni Puskesmas Kersanagara karena masih baru.

"Dengan adanya workshop ini, diharapkan insan puskesmas menjadi lebih paham serta bisa meningkatkan motivasi untuk hasil akreditasi terbaik dan berkelanjutan. Pasalnya, banyak perubahan Standar Operasional Procedure (SOP) yang terjadi sejak masa pandemi, salah satunya yakni adanya screening pasien guna mencegah penyebaran virus Corona," ucapnya.

Sementara itu, drg. Etty Karjati, M.M., sebagai narasumber dalam workshop tersebut menuturkan, tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan pemahaman kepada peserta terkait audit internal serta bagaimana pengimplementasiannya. Dengan harapan mampu melakukan audit di tempatnya masing-masing.

"Konsep dari mutu pelayanan kesehatan adalah pelayanan yang sesuai dengan standar yang sudah dibakukan, baik oleh WHO maupun Kementerian Kesehatan. Dibutuhkannya pemahaman tentang audit karena di bidang pelayanan kesehatan puskesmas banyak macamnya seperti adminitratif, program, termasuk pelayanan itu sendiri yang harus di audit," ujar Etty yang juga Tim Surveyor Akreditasi dari Kemenkes RI.*

 

Baca : Puluhan Santri Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Lingkungan Pesantren Cibeureum


Berita Terkait