TNI Petakan Kerawanan Pilkada Serentak di Kabupaten Tasikmalaya

Rabu, 25 November 2020 13:05 D. Farhan Kamil Pilkada

TNI Petakan Kerawanan Pilkada Serentak di Kabupaten Tasikmalaya

 

Koropak.co.id - Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0612/Tasikmalaya, Mayor Inf Chandra Suhendra membeberkan peta kerawanan dan peta kekuatan pasukan pengamanan pada pelaksanaan Pilkada serentak 9 Desember 2020 Kabupaten Tasikmalaya.

Ada delapan kerawanan yang disorot jajaran Kodim 0612/Tasikmalaya antara lain, rawan longsor, banjir, manipulasi data, netralitas ASN, politik uang (money politic), penggelembungan suara, berita hoax dan kampanye hitam (black campign).

Demikian hal itu dikatakan Candra dalan acara rapat kesiapan 15 hari menjelang pemungutan suara pada Pilkada serentak 2020 Kabupaten Tasikmalaya, yang diselenggarakan di Gedung MUI Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (24/11/2020).

Pada rawan bencana longsor terang dia, meliputi lima kecamatan, yakni Kecamatan Bojonggambir, Salawu, Taraju, Sodonghilir dan Cigalontang. Kemudian untuk rawan banjir meliputi Kecamatan Sukaresik, Cikalong, Cipatujah, Karangnunggal dan Pancatengah.

Kemudian untuk tiga kerawan lainnya, terkonsentrasi di Kecamatan Singaparna, yakni rawan manipulasi data, netralitas ASN dan kampanye hitam.

Sedangkan untuk rawan terjadinya politik uang, meliputi Kecamatan Singaparna, Manonjaya, Cipatujah dan Cikalong. Kemudian untuk rawan penggelembungan suara, terjadi di Kecamatan Singaparna dan Manonjaya.

"Adapun untuk kerawanan hoax, meliputi empat kecamatan yaitu Singaparna, Manonjaya, Ciawi dan Rajapolah," ujarnya.

 

TNI Petakan Kerawanan Pilkada Serentak di Kabupaten Tasikmalaya (2)

 

Dari kerawan-kerawanan tersebut, pihaknya memetakan beberapa kemungkinan yang bisa terjadi selama rangkaian Pilkada 2020. Di antaranya bencana longsor dan banjir. Sejak dua bulan terakhir terjadi 45 kali bencana alam. 33 kali longsor dan 22 kali banjir.

"Kemudian adanya kluster baru penyebaran pandemi Covid-19, potensi kerawanan kepada kamtibmas dengan kemunculan ormas-ormas menjadi tim sukses pasangan calon bupati dan wakil bupati," tuturnya.

Untuk memantau dan mengamankan kerawanan tersebut, Kodim 0612/Tasikmalaya menerjunkan sebanyak 391 personel yang dikonsetrasikan di desa-desa, 20 personel di Posko dan 136 personel YONIF R301 yang di-BKO-kan di tiga titik yaitu di Setda Kabupaten Tasikmalaya, Ciawi dan Karangnunggal.

Adapun langkah antisipasi yang dilakukan adalah meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan seluruh dinas/instansi terkait termasuk dengan jajaran Polri serta pihak penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU dan Bawaslu. Serta mendorong utama dari Bawaslu dan Panwascam.

"Hal penting yang terus kami lakukan adalah, meningkatkan giat fungsi intelijen berupa deteksi dini, cegah dini dan penggalangan kekuatan dengan seluruh elemen masyarakat, Ormas, OKP atau LSM untuk bersama-sama menjaga kondusifitas Kamtibmas pada pelaksanaan Pilkada serentak 9 Desember 2020 nanti," tegasnya.*

 

Baca : Polres Tasikmalaya Kota Beberkan Peta Kerawanan Pilkada Kabupaten Tasikmalaya


Berita Terkait