Percayalah! Kasus Positif Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya Kian Jaya

Rabu, 25 November 2020 13:35 D. Farhan Kamil Pilkada

Percayalah! Kasus Positif Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya Kian Jaya

 

Koropak.co.id - Anggota Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya bidang Perencana, Pakar dan Analisis, Kurnia Trisna S mengatakan, pandemi Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya, belum berakhir. Masih butuh kewaspadaan dan kerjasama semua pihak termasuk seluruh penyelenggara Pilkada serentak untuk ikut andil dalam sosialisasi protokol kesehatan (prokes) dengan 3M.

Dalam sepekan terakhir ini, di Kabupaten Tasikmalaya tekah terjadi lonjakan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di bahkan 4 orang meninggal dunia.

Demikian hal itu dikatakan Kurnia dalam acara rapat kesiapan 15 hari menjelang pemungutan suara pada Pilkada serentak 2020 Kabupaten Tasikmalaya, yang diselenggarakan di Gedung MUI Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (24/11/2020).

Berdasrkan WHO pandemi Covid-19 mulai muncul pada Desember 2019. Dan tercatat kasus pertama di kabupaten ini, ada satu orang terkonfirmasi positif Covid-19 pada bulan april 2020.

"Sekarang, data yang tercatat di Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya per tanggal 23 November 2020, ada 391 orang terkonfirmasi Covid-19," ujarnya.

Di level pertama tercatat sebanyak 83 orang. Mereka terkonfirmasi positif di luar kabupaten namun posisi mereka saat ini di rawat di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, dengan kata lain mereka merupakan pendatang.

 

Baca : Kerawanan Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19 Jadi Sorotan

 

Sedangkan di level kedua, tercatat ada 31 orang terkonfirmasi di wilayah Kecamatan Cipatujah dan di urutan ketiga tercatat ada 30 orang terkonfirmasi di Sodonghilir kemudian 24 orang di Singaparna, 23 orang di Cikalong dan beberapa orang lainnya yang tersebar di beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

"Yang ingin kami sampaikan dari data-data tersebut adalah jangan sampai Pilkada ini menimbulkan klaster baru. Sehingga semua harus memastikan diri dengan kepatuhan terhadap prokes," ujarnya.

Ditambahkan, hasil rapat Gugus Tugas bersama Pjs Bupati Tasikmalaya, beliau menyarankan untuk segera dilakukan pembatasan sosial bersekala mikro (PSBM) yang lebih diperkecil di tingkat RT kampung.

"Kami sudah menetapkan 21 kecamatan yang akan diberlakukan PSBM. Dalam hal ini RT siaga dituntut partisipasi aktif untuk menyukseskan PSBM tersebut," ucapnya.

Bahkan pemerintah telah menetapkan wisma haji di komplek Islamic Center sebagai tempat isolasi terpusat untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19.

"Hari ini tercatat sudah 10 orang diisolasi. Dan rencananya ada pengalihan 20 pasien dari SMC yang secara umum kondisi kesehatannya tidak ada gejala. Langkah tersebut sebagai upaya mengurangi kepadatan ruang isolasi di RSUD SMC," terangnya.

 

Percayalah! Kasus Positif Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya Kian Jaya (2)

 

Baca : Polres Tasikmalaya Kota Beberkan Peta Kerawanan Pilkada Kabupaten Tasikmalaya

 

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya kata dia, terus berupaya secara maksimal untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan terkait pandemi Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya. Apalagi pelaksanaan Pilkada serentak tinggal beberapa hari lagi.

"Sebagaimana pesan Pjs Bupati, bahwa kita jangan lengah. Covid-19 bukan sesuatu yang ringan dan harus tetap diwaspadai. Hari ini kita berada di zona merah, awal Desember kita berupaya bisa kembali ke zona kuning. Kita memiliki Puskesmas siap, Sigesit 119 siaga, ditambah 700 relawan yang siap membantu pelaksanaan Pilkada aman dan sehat," tuturnya.

Kurnia menambahkan, Kabupaten Tasikmalaya disebut sebagai daerah komplek bencana. Mulai dari longsor, banjir, puting beliung, gunung merapi dan lain sebagainya.

Pada tahun 2013, indek risiko bencana Kabupaten Tasikmalaya menempati ranking ke-dua di tingkat nasional, dari 500 kota/kabupaten.

"Berkat kesigapan Forkopimda dalam meningkatkan kapasitas menanggulangi kerawanan ini, pada tahun 2018 Kabupaten Tasikmalaya menempati peringkat ke 33 indek kerawanan tingkat nasional. Artinya kesiapsiagaan kita dalam menghadapi bencana, dinilai lebih baik," katanya.*

 

Baca : TNI Petakan Kerawanan Pilkada Serentak di Kabupaten Tasikmalaya


Berita Terkait