UMK 2021 Tidak Naik, Serikat Buruh dan Pekerja di Tasikmalaya Kecewa

Rabu, 25 November 2020 16:44 Adin Wardini Daerah

UMK 2021 Tidak Naik, Serikat Buruh dan Pekerja di Tasikmalaya Kecewa

 

Koropak.co.id - Pasca Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2021 ditetapkan pada Sabtu (21/11/2020), para pekerja dan buruh di wilayah Kabupaten dan Kota Tasikmalaya melayangkan protes. Pasalnya, dalam ketetapan tersebut, terdapat 10 daerah di Jawa Barat yang tidak mengalami kenaikan, termasuk Kabupaten dan Kota Tasikmalaya.

Sejumlah serikat pekerja dan serikat buruh di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya seperti Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 1992, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Kota dan Kabupaten Tasikmalaya melakukan audiensi dengan para pejabat daerah Tasikmalaya yang dikawal pihak kepolisian Polres Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, berlangsung di Rumah Makan Darmaga Sunda, Kota Tasikmalaya, Selasa (24/11/2020).

Ketua DPC SBSI'92 Priangan Timur Deni Hendra Komara mengatakan, audiensi ini sebagai bentuk perjuangan mewakili para pekerja dan buruh di Tasikmalaya, terkait UMK di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya yang tidak mengalami kenaikan.

"Kami kecewa dan merasa dizalimi dengan SK Gubernur itu. Pasalnya, ada kenaikan UMK di beberapa wilayah di Jawa Barat yang notabenenya lebih tinggi dari UMK di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Namun di Tasikmalaya tidak ada perubahan," kata Deni.

Deni menyebutkan, sebelumnya sudah ada audiensi dengan Bupati dan Walikota Tasikmalaya, sebagai itikad baik dari para buruh dan pekerja dalam upaya menjaga keamanan serta kondusifitas dengan tidak ada aksi turun ke jalan.

"Untuk itu, kami menuntut itikad baik dari pihak Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota Tasikmalaya untuk merekomendasikan usulan dari kami yakni, merevisi SK Gubernur terkait UMK tahun 2021. Jika tidak, maka aksi turun ke jalan akan kami lakukan sebagai bentuk perjuangan," ujarnya.

 

UMK 2021 Tidak Naik, Serikat Buruh dan Pekerja di Tasikmalaya Kecewa (2) 

 

Baca : SBSI Dorong Perhatian Pemerintah Daerah Terhadap Kaum Buruh

 

Menurut dia, tidak adanya kenaikan upah di Tasikmalaya, secara otomatis berpengaruh terhadap daya beli masyarakat disaat harga kebutuhan semakin melambung, terlebih di masa pandemi.

"Sudah menjadi tekad kami untuk mendatangi Pemprov Jabar. Kami akan konvoi dan menemui Gubernur jika tidak merivisi SK. Aksi kami didukung oleh 17 serikat buruh dan serikat pekerja yang ada di Jawa Barat. Kami sebagai pekerja dan buruh sudah menjadi korban Omnibuslaw, sekarang ditambah lagi dengan kebijakan upah yang sangat mencolok," ujarnya.

Dalam audiensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya yang diwaliki Sekretaris Daerah (Sekda) Dr. H Mohammad Zen, M.Pd dan Pemerintah Kota Tasikmalaya yang diwakili oleh Sekda Drs. H. Ivan Dicksan bersama jajaran dinas terkait, termasuk dari pihak kepolisian, duduk bersama dan menyepakati usulan dari para serikat buruh dan pekerja, untuk disampaikan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat.*

 

Baca : Serikat Pekerja dan Buruh Tasikmalaya Tuntut Gubernur Revisi SK


Berita Terkait