Dongeng Anak Tradisional Indonesia, Sarat Makna dan Pesan Moral

Jum'at, 27 November 2020 15:01 Eris Kuswara Nasional

Dongeng Anak Tradisional Indonesia, Sarat Makna dan Pesan Moral

 

Koropak.co.id - Membaca dongeng untuk anak bisa menjadi salah satu kegiatan untuk mempererat ikatan cinta antara orangtua dan anak. Selain itu, berbagai manfaat tentunya bisa kalian dapatkan saat sedang membacakan dongeng untuk anak. Salah satunya adalah bisa meningkatkan kreativitas anak dengan membentuk imajinasi dalam pikirannya.

Untuk menyemarakkan peringatan Hari Dongeng Nasional pada 28 November 2020 besok, tidak ada salahnya kita sebagai orangtua memperkenalkan dengan kepada anak. Selain itu, Berbagai jenis dongeng bisa dibacakan untuk anak dan jika kalian sedang bingung mencari rekomendasi cerita dongeng anak yang bagus. Berikut beberapa rekomendasi dongeng anak yang menarik sebagaimana dihimpun Koropak, Kamis (26/11/2020).

1. Lutung Kasarung
Lutung Kasarung memiliki arti Lutung yang Tersesat dan merupakan cerita pantun yang mengisahkan legenda masyarakat Sunda. Dongeng anak ini menceritakan tentang perjalanan Sanghyang Guruminda dari Kahyangan yang diturunkan ke Buana Panca Tengah atau Bumi dalam wujud seekor lutung atau sejenis monyet.

Dongeng anak Indonesia ini pastinya mengandung nilai-nilai moral yang bagus untuk anak yaitu mengajarkan anak agar tidak mempunyai sifat suka memandang rendah orang lain, dan harus memiliki sifat pemaaf dan juga tidak pendendam.

 

2. Kancil dan Buaya
Kalian pastinya sudah familiar dengan dongeng anak Kancil dan Buaya ini. Selain itu, dongeng ini memang biasa dijadikan sebagai dongeng sebelum tidur. Dongeng ini menceritakan tentang seekor Kancil yang cerdas dan ingin menyeberangi sungai, tetapi jembatannya rusak sehingga tidak bisa diseberangi.

Selain menjadi cerita anak yang seru, diketahui juga bahwa dongeng ini juga bisa memberikan pesan moral yang baik untuk anak. Seperti ditunjukan di akhir cerita tentang betapa buruknya membohongi orang.

 

Baca : Hari Dongeng Nasional Setiap Tanggal 28 November, Begini Ceritanya

 

3. Legenda Asal-usul Danau Telaga Warna
Dongeng anak yang satu ini menceritakan tentang Raja Prabu Suwartalaya dan permaisurinya, Ratu Purbamanah. Raja dan ratu ini diketahui memiliki sifat yang sangat bijaksana. Sehingga kerajaan yang dipimpinnya makmur dan tenteram.

Legenda Danau Telaga Warna ini memiliki pesan moral untuk para orangtua agar dapat mengasuh dan merawat anak dengan baik sehingga anaknya tidak menjadi manja.

 

4. Maling Kundang
Malin Kundang juga menjadi salah satu dongeng anak Indonesia yang klasik dan dapat menjadi referensi bacaan bersama anak. Malin Kundang, merupakan anak yang rajin dan penurut dari seorang janda bernama Mande Rubayah. Namun suatu ketika, Malin meminta izin sang ibu untuk pergi ke kota dan mulai dari sanalah sifatnya berubah.

Kisah ini tentunya akan mengajarkan bahwa seorang anak itu jangan pernah menjadi anak durhaka dengan melupakan jasa-jasa sang ibu meskipun anak tersebut sudah menjadi sosok yang sukses.

 

Baca : Mengenal Jenis-jenis Dongeng, Pengertian dan Ciri-ciri Beserta Contohnya

 

5. Gajah yang Baik Hati
Selain kisah Kancil dan Buaya, dongeng anak lain yang melibatkan binatang, atau cerita fabel lain adalah gajah yang baik hati. Kisah ini menceritakan tentang seekor gajah bertubuh besar dan gemuk yang gemar sekali menolong teman-temannya sesama binatang tanpa pandang bulu, bahkan harimau sekalipun ditolongnya.

Dongeng ini juga memiliki pesan moral yang baik untuk anak yaitu mengajarkan anak untuk selalu bersikap baik kepada siapa saja.

 

6. Legenda Batu Batangkup
Legenda batu batangkup ini menceritakan kisah seorang janda bernama Mak Minah yang hidup bersama ketiga anaknya yang nakal, pemalas dan jarang mendengarkan ucapan orangtuanya.

Selain itu, dongeng anak yang satu ini mengandung nilai-nilai moral yang mengajarkan bahwa seorang anak jangan memiliki sifat pemalas, nakal dan suka membantah nasihat orangtua.*

 

Baca : Manfaat Dongeng Untuk Anak, Salah Satunya Berani Hadapi Masa-masa Sulit

 


Berita Terkait