Untuk Tangani Covid-19, Pemkab Tasikmalaya Canangkan Rp 25 Miliar di APBD 2021

Sabtu, 28 November 2020 09:38 D. Farhan Kamil Parlemen

Untuk Tangani Covid-19, Pemkab Tasikmalaya Canangkan Rp 25 Miliar di APBD 2021

 

Koropak.co.id - Wabah Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya belum berakhir. Peningkatan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 akhir-akhir ini bahkan mengalami lonjakan signifikan pasca kemunculan klaster pesantren dan klaster keluarga.

Kini pemerintah pun telah membuka ruang-ruang baru isolasi untuk mewadahi para pasien. Hal itu akibat RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya mengalami over kapasitas para pasien Covid-19.

Belum lama ini, Pemkab Tasikmalaya melalui tim gugus tugas percepatan dan penanganan Covid-19, juga telah mengeluarkan kebijakan pemberlakuan Pembatasan Sosial Bersekala Mikro (PSBM) berbasis RT dan kampung di beberapa kecamatan dan desa.

Ironisnya, di tengah eskalasi pandemi Covid-19 di akhir tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya justru mencanangkan Rp 25 miliar di APBD 2021, untuk penanganan dan penanggulangan bencana nonalam tersebut.

Ketika Dikonfirmasi Koropak, Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Asep Sopari Alayubi mengatakan, angka sekitar Rp 25 miliar yang masuk dalam Biaya Tak Terduga (BTT) tahun anggaran 2021, merupakan usulan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang tentunya tidak sekedar mencantumkan angka, tetapi sudah melewati berbagai pertimbangan yang realistis.

"Itu kan usulan eksekutif yang kini tertuang dalam kebijakan umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) dan telah kami bahas di Banggar. Persoalan tidak cukup untuk penanganan bencana nonalam ini, tentu ada mekanisme pergeseran yang akan dijalankan pemerintah nanti," kata Asep sesusai rapat paripurna persetujuan bersama antara pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dengan DPRD tentang KUA PPAS APBD Kabupaten Tasikmalaya tahun anggaran 2021, Jumat (27/11/2020) sekitar pukul 22.05.

 

Untuk Tangani Covid-19 Pemkab Tasikmalaya Canangkan Rp 25 Miliar di APBD 2021 (2)

 

Baca : Percayalah Kasus Positif Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya Kian Jaya

 

Ia menyebutkan, meskipun baru dicanangkan Rp 25 miliar di APBD 2021 dan masih ada kemungkinan terjadi perubahan angka sebelum APBD 2021 ditetapkan, namun pemerintah daerah masih memiliki sisa anggaran Rp 30 miliar dari total Rp 90 miliar di APBD perubahan tahun anggaran 2020.

"Ya dari total BTT Rp 90 miliar itu kan baru terserap Rp 60 miliar, sehingga muncul sisa BTT Rp 30 miliar di APBD perubahan kemarin. Artinya dalam sisa waktu hingga 31 Desember 2020 nanti, masih ada BTT Rp 30 miliar yang bisa diserap dan dimaksimalkan pemerintah untuk percepatan penanggulangan dan penanganan Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya," ungkapnya.

Kini lanjut Asep, tinggal bagaimana dari angka Rp 30 miliar ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mengantisipasi terjadinya ledakan kasus Covid-19 termasuk penanganan bencana lainnya.

"DPRD hanya bersifat mengawasi pelaksanaan sisa aggaran tersebut. Terserah bagaimana nanti eksekutif mengalokasikannya, apakah nanti melalui RT/RW atau ada formula lain yang dijalankan eksekutif dalam rangka penanggulangan bencana alam dan nonalam, kita tinggal mengawasi saja dan diharapkan seluruh elemen masyarakat berpartisipasi mengawal serta ikut mengawasi penggunaan anggaran tersebut hingga akhir anggaran tahun ini," tuturnya.

Dari pantauan Koropak, rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD H. Apip Ipan Permadi itu, dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya Dr. Mohammad Zen mewakili Pjs Bupati Dr Hening Widiatmoko.

Rencana penandatanganan persetujuan bersama antara eksekutif dan legislatif tentang KUA PPAS APBD 2021 yang semula dilaksanakan pukul 20.00, akhirnya disepakati dan ditandatangani pada pukul 22.05.*

 

Baca : Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Gelar Rapid Test Serentak di Seluruh Kecamatan

Baca : Hasil Rapid Test, Puluhan Pengawas Adhoc Bawaslu Reaktif Covid-19

 


Berita Terkait