BI Tasikmalaya Gelar Webinar Strategi Pemulihan Pariwisata Pangandaran

Minggu, 29 November 2020 17:00 Eris Kuswara Daerah

BI Tasikmalaya Gelar Webinar Strategi Pemulihan Pariwisata Pangandaran

 

Koropak.co.id - Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Tasikmalaya bersama KPw Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan Webinar Stretagi Pemulihan Pariwisara Pangandaran di Era New Normal, yang disiarkan secara langsung dari Laut Biru Resort Hotel Kabupaten Pangandaran, Kamis (26/11/2020).

Webinar sebagai upaya mendorong pemulihan pariwisata itu, menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Pjs Bupati Pangandaran, Dr H Dani Ramdan, MT, Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jawa Barat, Endra Gunawan, Peneliti Kelompok Keahlian Geofisika Global ITB, M Setiawan Kusmulyono, Akademisi Manajemen Universitas Prasetiya Mulya dan Ketua DPC ASITA Pangandaran Adrianus Eko Saputro.

Kepala KPw Bank Indonesia Tasikmalaya, Darjana mengatakan, Kabupaten Pangandaran memiliki pangsa sebesar 11 persen dari perekonomian Priangan Timur dengan laju pertumbuhan ekonominya pada tahun 2019 sebesar 5,95 persen.

Sektor pariwisata tentunya menjadi salah satu potensi unggulan dan penopang utama perekonomian daerah. Namun tantangan selama masa pandemi Covid-19 ini, memiliki dampak yang cukup signifikan pada kinerja pariwisata yang diperparah juga dengan isu kebencanaan.

"Oleh karena itu, melalui webinar ini kita akan mendorong percepatan pemulihan ekonomi melalui sektor pariwisata, mengkomunikasikan isu regional terkini kepada publik mengenai pemberitaan potensi risiko gempa megathrust dan tsunami yang berdampak pada menurunnya kinerja sektor pariwisata, serta mendukung promosi pariwisata di Kabupaten Pangandaran," kata Darjana.

 

BI Tasikmalaya Gelar Webinar Strategi Pemulihan Pariwisata Pangandaran (2)

 

Sementara itu, KPw Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Herawanto menyebutkan, risiko bencana memang ada. Namun kuncinya adalah, bagaimana cara menyikapi risiko tersebut, agar pariwisata tetap berjalan dengan memitigasi risiko yang ada.

Aktivitas pariwisata lanjut dia, juga menjadi salah satu penopang perekonomian dan mampu menyerap tenaga kerja yang tinggi.

"Untuk retribusi dari kegiatan pariwisata di Kabupaten Pangandaran pada tahun 2019 saja, tecatat sebesar Rp 27,5 miliar, atau sebesar 24 persen dari total Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pangandaran. Sektor pariwisata memiliki potensi yang sangat tinggi. Itu semua dibuktikan dengan pertumbuhan jumlah wisatawan pada awal tahun 2020 yang mencapai angka 41,39 persen dan peningkatan PAD dari aktivitas pariwisata sebesar 35,46 persen," tutur Herawanto.

Ditambahkan, meskipun saat pandemi Covid-19 kawasan wisata Pangandaran sempat ditutup sejak 18 Maret hingga 29 Mei 2020, namun setelah dibuka kembali, kinerja pariwisata berhasil mengalami pemulihan yang cepat. Dan puncaknya terjadi pada bulan Agustus hingga September 2020 yang optimal sesuai dengan kapasitas maksimum protokol kesehatan Covid-19.

"Dengan pengendalian penyebaran covid-19 yang baik dan komunikasi yang tepat mengenai isu terkini, kami meyakini sektor pariwisata dapat segera pulih dan mendorong perekonomian, sejalan dengan program pemerintah nasional dimana sektor pariwisata salah satu prioritas pemulihan ekonomi nasional," ucapnya.*

 

Baca : Cocopeat dan Cocofiber KPMK Pangandaran Diekspor Ke Cina dan Jepang

 


Berita Terkait