Bank Indonesia Optimis Pemulihan Ekonomi Nasional Di Tahun 2021 Bisa Terwujud

Kamis, 03 Desember 2020 16:16 Eris Kuswara Nasional

Bank Indonesia Optimis Pemulihan Ekonomi Nasional Di Tahun 2021 Bisa Terwujud

 

Koropak.co.id - Dengan mengusung tema “Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi”, Bank Indonesia (BI) menggelar pertemuan tahunan, yang dilaksanakan secara virtual di Jakarta, Kamis (3/12/2020).

BI optimis, pemulihan ekonomi nasional dapat terwujud pada tahun 2021 mendatang dengan penguatan sinergi melalui satu prasyarat dan lima strategi.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan, satu prasyarat tersebut adalah vaksinasi dan disiplin terhadap protokol kesehatan Covid-19. Adapun lima strategi adalah, respons kebijakan meliputi pembukaan sektor produktif yang aman, percepatan stimulus fiskal atau realisasi anggaran dan peningkatan kredit dari sisi permintaan dan penawaran.

Kemudian dua strategi berikutnya adalah, stimulus moneter dan kebijakan makroprudensial serta digitalisasi ekonomi dan keuangan, khususnya untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Dikatakan, pemulihan ekonomi nasional yang saat ini tengah berlangsung diperkirakan semakin meningkat. Bahkan pada tahun 2021 mendatang, ekonomi Indonesia diperkirakan bisa tumbuh mencapai 4,8 hingga 5,8 persen yang didukung oleh peningkatan kinerja ekspor, konsumsi swasta dan pemerintah, serta investasi baik itu dari belanja modal pemerintah maupun dari masuknya Penanaman Modal Asing (PMA) sebagai respons positif terhadap Undang-Undang (UU) Cipta Kerja

"Pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah di Indonesia juga diperkirakan akan meningkat, khususnya di wilayah Pulau Jawa, Sulawesi, Maluku dan Papua. Kemudian juga stabilitas makroekonomi pun akan terjaga dengan inflasi yang akan terkendali sesuai sasaran serta nilai tukar rupiah yang akan bergerak stabil hingga berpotensi menguat," tuturnya.

 

 Bank Indonesia Optimis Pemulihan Ekonomi Nasional Di Tahun 2021 Bisa Terwujud (2)

 

Ia pun menyebutkan, stabilitas eksternal juga akan terjaga dengan adanya surplus neraca pembayaran yang didukung dengan defisit transaksi yang berjalan rendah di sekitar 1,0 hingga 2,0 persen Produk Domestik Bruto (PDB).

Sedangkan untuk stabilitas sistem keuangan juga akan semakin membaik, dengan rasio permodalan yang tinggi, Non-Performing Loans (NPL) yang rendah, serta pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan kreditnya yang masing-masing meningkat sekitar 7 hingga 9 persen pada tahun 2021 mendatang," kata Perry.

Selain itu terang dia, momentum pemulihan ekonomi nasional perlu terus didorong dengan memperkuat sinergi dan membangun optimisme yang dilakukan oleh semua pihak, baik pemerintah pusat dan daerah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), perbankan, dan berbagai pihak lainnya.*

 

Baca : Jokowi: Buang Semua Ego Demi Pemulihan Ekonomi Dari Pandemi Covid-19

 


Berita Terkait