Kuasa Hukum Azies Rismaya Mahpud Angkat Bicara, Ada Upaya Pembunuhan Karakter

Jum'at, 04 Desember 2020 22:05 Adin Wardini Pilkada

Kuasa Hukum Azies Rismaya Mahpud Angkat Bicara, Ada Upaya Pembunuhan Karakter

 

Koropak.co.id - Ramai di media sosial terkait tuntutan pembayaran pesangon untuk 40 eks karyawan PT Trans Batavia terhadap calon Bupati Tasikmalaya, Azies Rismaya Mahfud (ARM), kuasa hukum ARM menggelar Press Conference di Mandalawangi Hotel Kota Tasikmalaya, Jumat (4/12/2020).

Dalam sebuah video yang kini viral, 40 eks karyawan PT Trans Batavia melalui kuasa hukumnya, Sailing Victor Napitupulu, meminta agar ARM yang dianggap sebagai Direktur PT Trans Batavia ini, membayar uang pesangon kepada ke-40 eks karyawan tersebut.

Dasar tuntutan tersebut adalah adanya Putusan Hubungan Industri (PHI) pada pengadilan Negeri Jakarta Pusat, nomor 73/Pdt.Sus.PHI/2017/PN.JKT.PST tertanggal 11 Oktober 2017, dimana Majelis Hakim menghukum tergugat (PT Trans Batavia) untuk membayar tunai kepada para penggugat (40 eks karyawan) sebesar Rp 2,8 Miliar.

Kepada Koropak, kuasa hukum ARM, Dwityo Pujotomo mengatakan, di balik tuntutan tersebut, ada persoalan lain yang berkaitan dengan pencalonan ARM sebagai Bupati.

 

Baca : Kalender Bergambar Surat Suara Berlogo Pemkab Tasikmalaya, Black Campaign?

 

"Pak Azies berpesan kepada saya untuk menyampaikan kepada masyarakat, agar tidak mudah percaya dengan ragam isu yang bersifat provokatif," kata Dwityo.

Adapun terkait uang Rp 500 juta yang akan dibayarkan ARM sebagai uang kerohiman dan dikesankan seolah-olah untuk menutup tuntutan Rp 2,8 miliar, sama sekali faktanya bukan seperti itu. Kesan yang diciptakan bahwa ARM seakan tidak mau membayar uang sebesar Rp 2,8 miliar, itu adalah pembodohan.

Menurut Dwityo, sebelum menggelar konferensi pers, 40 eks karyawan Trans Batavia melalui kuasa hukumnya, terlebih dahulu bertemu dengan pak Azies bahkan sudah berkomunikasi langsung.

"Waktu itu, saya sebagai kuasa hukum ARM mengira, jika semua sudah paham dengan hal-hal yang disampaikan di dalam pertemuan tersebut. Namun ternyata di luar pertemuan, mereka lain lagi ceritanya," terang Dwityo.

 

Baca : Wagub Jabar: Pilkada Kabupaten Tasikmalaya Jangan Ada Kampanye Hitam

 

Sebagai orang yang paham hukum, lanjut dia, semua hal yang disampaikan dari kuasa hukum eks karyawan mengandung konsekuensi hukum tersendiri.

"Saya pribadi menyarankan ke pak Azies untuk memberikan hukuman atau pelajaran kepada kuasa hukum eks karyawan, karena saya melihat bahwa pernyataan dari kuasa hukum eks karyawan tersebut, ada upaya pembunuhan karakter terhadap Azies Rismaya Mahpud. Dengan kata lain, ada indikasi ingin menjatuhkan. Itu saran saya namun semua tergantung dari pak Azies sendiri," tuturnya.

Ia menegaskan, memberikan keterangan salah kepada publik, bisa menjadi ancaman pidana.*

 

Baca : Eks Karyawan PT Trans Batavia Tuntut Azies Rismaya Mahpud Bayar Uang Pesangon

 


Berita Terkait