Eks Karyawan PT Trans Batavia Tuntut Azies Rismaya Mahpud Bayar Uang Pesangon

Jum'at, 04 Desember 2020 22:04 Eris Kuswara Pilkada

Eks Karyawan PT Trans Batavia Tuntut Azies Rismaya Mahpud Bayar Uang Pesangon

 

Koropak.co.id - Pasca pemutusan hubungan kerja (PHK) pada tahun 2017, 40 eks karyawan PT. Trans Batavia didampingi kuasa hukum dari Law Firm Sailing Napitupulu & Associates, mendatangi Tasikmalaya dan menuntut Direktur Utama PT. Trans Batavia, H Azies Rismaya Mahpud, membayar uang pesangon dengan kisaran sekitar Rp 2,8 miliar.

"Pasca PHK, kita menggugat di Pengadilan Hubungan Industrial Jakarta Pusat, dan kita menang. Putusan pengadilan mewajibkan PT Trans Batavia membayar pesangon untuk 40 karyawan sekitar Rp 2,8 miliar," kata Kuasa Hukum Eks Karyawan PT. Trans Batavia, Sailing Victor Napitupulu dalam konferensi pers di Kamandara Resto & Cafe Mangkubumi Kota Tasikmalaya, Selasa (1/12/2020).

 

Baca : Demi Netralitas ASN, Bupati Tasikmalaya Terbitkan Surat Edaran

 

Dari putusan pengadilan itu terang dia, pihaknya melakukan pengecekan ke Direktorat Jendral Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM RI, dan ternyata Presiden Direktur PT Trans Batavia ini adalah perwakilan Mayasari grup, yakni H. Azies Rismaya Mahpud.

"Kami mendengar jika Azies Rismaya Mahpud ini mencalonkan sebagai bupati, maka pada tanggal 26 bulan lalu, kita bersama 40 eks karyawan PT Trans Batavia datang ke Tasikmalaya dan langsung menemui beliau untuk menuntut pesangon. Tetapi apa yang didapatkan justru Pak Azies ini hanya akan membayar Rp 500 juta, itu pun untuk kerohiman atas dua orang eks karyawan yang telah meninggal dunia akibat PHK. Kami menganggap bahwa ini sebuah ketidakadilan dan ketidakpatuhan atas putusan hukum di pengadilan," ungkap Sailing.

 

Baca : Mengajak Pilih Salah Satu Calon Bupati, Camat Jatiwaras Tasikmalaya Disidik Polisi

 

Ia menegaskan, kedatangannya ke Azies Rismaya Mahpud itu bukan untuk meminta-minta. Pihaknya hanya untuk memperjuangkan agar hak-hak 40 eks karyawan sebagai buruh yang di-PHK, dibayarkan.

"Kami sangat menyayangkan. Apalagi kami datang jauh-jauh dari Jakarta ke Tasikmalaya. Kami berpikir beliau itu orangnya mempunyai etika hukum yang tinggi dan berintergitas, tapi nyatanya tidak," terangnya.

Sailing Victor menuturkan, sebelum bertemu, pihaknya telah melayangkan somasi pada 16 September 2020 lalu kepada Azies, namun tidak ada tanggapan sama sekali. Kemudian memutuskan untuk datang ke Kantor Mayasari Group, tetapi tidak di izinkan.

"Akhirnya pada tanggal 26 November 2020 lalu, kami berhasil bertemu dengan Azies," ucapnya.*

 

Baca : Kuasa Hukum Azies Rismaya Mahpud Angkat Bicara, Ada Upaya Pembunuhan Karakter

 


Berita Terkait