Vaksin Covid-19 Sinovac Tiba di RI, Jokowi: Belum Bisa Langsung Digunakan

Senin, 07 Desember 2020 12:51 Eris Kuswara Nasional

Vaksin Covid-19 Sinovac Tiba di RI, Jokowi: Belum Bisa Langsung Digunakan

 

Koropak.co.id - Tercatat, sebanyak 1,2 juta vaksin Covid-19 buatan Sinovac yang dibawa dengan menggunakan Pesawat Garuda Indonesia jenis Boeing 777-300ER tiba di Bandara Soekarno-Hatta Indonesia, Minggu (6/12/2020) malam.

Menanggapi kedatangan vaksin tersebut, Presiden RI, Ir H Joko Widodo atau yang lebih akrab disapa Jokowi itu pun berharap kedatangan vaksin itu dapat menekan angka penyebaran Covid-19 di Indonesia. Selain itu, diketahui juga bahwa vaksin buatan Sinovac tersebut telah di uji klinis di Bandung sejak Agustus 2020 lalu.

"Saat ini juga kami masih mengupayakan 1,8 juta dosis vaksin yang rencananya akan datang di awal tahun 2021. Selain itu, pemerintah juga berencana untuk mendatangkan vaksin dalam bentuk bahan baku curah sebanyak 15 juta dosis vaksin pada Desember 2020 dan 30 juta dosis pada tahun 2021 mendatang," kata Jokowi dalam keterangan pers-nya sebagaimana dihimpun Koropak, Senin (7/12/2020).

 

Baca : Mutasi Virus Corona D164G, Menular Lebih Dahsyat 10 Kali Lipat

 

Ditambahkan Jokowi, meskipun begitu, dia juga mengingatkan bahwa vaksin tersebut tidak bisa langsung digunakan. Karena, vaksin itu harus melewati terlebih dahulu tahapan di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk menjamin keselamatan dan kesehatan masyarakat. Namun, vaksin itu juga baru bisa digunakan setelah mendapatkan Izin Edar atau persetujuan penggunaan pada masa darurat atau Emergency Use Authorization (EUA).

"Untuk proses vaksinasi juga tidak mungkin bisa dilakukan secara serentak. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk mengikuti pengumuman dan petunjuk yang sudah disiapkan oleh pemerintah. Karena saat ini, petugas sudah menyiapkan vaksinasi," ucapnya.

Sebelumnya, BPOM sendiri telah menyatakan bahwa rencana vaksin Covid-19 mengalami penundaan dan akan mundur pada Januari 2021 mendatang dikarenakan belum bisa diberikan EUA. Hal ini terjadi karena masih adanya kekurangan data hasil uji klinik vaksin Covid-19 Sinovac yang telah diuji coba di Bandung dan hasil analisis uji klinik mid term. Jika data tersebut dapat dilengkapi, maka izin UEA diklaim BPOM dapat diberikan pada minggu ketiga Januari 2021 mendatang.*

 

Baca : Indonesia Kembangkan Vaksin Corona, Siap Produksi Pertengahan Tahun 2021

 


Berita Terkait