BI Tasikmalaya Ajak Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi Priangan Timur

Selasa, 08 Desember 2020 17:22 Eris Kuswara Daerah

BI Tasikmalaya Ajak Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi Priangan Timur

 

Koropak.co.id - Menutup akhir tahun 2020, Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Tasikmalaya menggelar kegiatan Webinar dengan mengusung tema "Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi Priangan Timur", yang dilaksanakan di Hotel Santika Tasikmalaya secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting Room, Selasa (8/12/2020).

Webinar tersebut diisi dengan penyampaian evaluasi ekonomi Priangan Timur tahun 2020 dan prospek tahun 2021, pemaparan dari Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Kerja 2014-2019, Dr Susi Pudjiastuti serta Akademisi atau Praktisi Bisnis, Prof Rhenald Kasali, Ph.D., talkshow, fashion show, pemberian apresiasi BI Tasikmalaya Awards dan penampilan kreasi seni tradisional dari Kasundan Internasional Pencak Silat.

Kepala KPw Bank Indonesia Tasikmalaya, Darjana mengatakan, kegiatan webinar ini adalah rangkaian dari Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) tahun 2020 yang telah dilaksanakan oleh Kantor Pusat Bank Indonesia dan KPw Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat pada Kamis (3/12/2020) lalu.

"Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini tentunya memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap perekonomian khususnya penurunan kinerja ekonomi pada triwulan II tahun 2020. Selain itu, kita bersama juga menyaksikan penerapan kebijakan dynamic balancing antara pendekatan kesehatan dan pendekatan ekonomi yang berdampak positif berupa perbaikan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang dapat dirasakan sejak Triwulan III Tahun 2020, dengan berkurangnya kontraksi dari minus 5,98 persen menjadi minus 4,08 persen," kata Darjana.

 

BI Tasikmalaya Ajak Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi Priangan Timur (2)

 

Baca : Bank Indonesia Optimis Pemulihan Ekonomi Nasional Di Tahun 2021 Bisa Terwujud

 

Ditambahkan, selain itu, Priangan Timur sendiri memiliki kontribusi sebesar 5,00 persen terhadap perekonomian Jawa Barat. Tercatat, laju pertumbuhan ekonomi pada tahun 2019 adalah sebesar 5,57 persen dan lebih tinggi dibandingkan dengan Jawa Barat secara keseluruhan yakni sebesar 5,07 persen. Berbeda dengan Provinsi Jawa Barat, perekonomian di Priangan Timur ditopang oleh sektor pertanian sebesar 25 persen dan perdagangan sebesar 21 persen termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

"Sehingga, jika melihat catatan itu, maka dampak dari pandemi Covid-19 diperkirakan tidak terlalu parah, karena kinerja produksi pertanian masih tinggi dan UMKM memiliki potensi untuk pulih secara cepat. Dengan adanya 57,3 persen struktur ekonomi yang ditentukan oleh tingkat konsumsi swasta dan rumah tangga, maka optimisme masyarakat yang baik didukung dengan stimulus ekonomi yang tepat sasaran diperkirakan akan mampu mendukung percepatan pemulihan ekonomi," ucapnya.

Berdasarkan hasil survei Bank Indonesia bahwa, optimisme konsumen pada triwulan III Tahun 2020 menunjukan perbaikan. Bahkan, optimisme para pelaku usaha juga tetap terjaga, dimana berdasarkan Survei Kegiatan Dunia Usaha serta hasil Liaison, kinerja usaha pada awal triwulan IV mulai membaik dan diperkirakan akan terus meningkat pada periode akhir tahun 2020.

"Kemudian, pada Desember 2020 ini, tentunya kita perlu untuk tetap memantau perkembangan harga, dengan risiko tekanan harganya yang diperkirakan berasal dari telur dan daging ayam ras, serta bawang merah. Hal itu berhubungan dengan adanya permintaan yang tinggi menjelang periode libur panjang akhir tahun 2020, sementara pasokannya terbatas saat musim hujan," ujarnya.

 

BI Tasikmalaya Ajak Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi Priangan Timur (3)

 

Baca : Jokowi: Buang Semua Ego Demi Pemulihan Ekonomi Dari Pandemi Covid-19

 

Lebih lanjut Darjana menyebutkan, sejalan dengan kondisi nasional, stabilitas sistem keuangan Priangan Timur sendiri hingga saat ini masih terjaga. Bahkan peran intermediasi perbankan juga ikut membaik dengan adanya Dana Pihak Ketiga yang tumbuh sebesar 32,51 persen dan penyaluran kredit tumbuh sebesar 4,57 persen yang diikuti rasio NPL yang terkendali pada level 2,95 persen.

"Kemudian pada tahun 2021 mendatang, sebagai upaya dalam mendorong optimisme pemulihan ekonomi di Priangan Timur. Oleh karena itu, kami mengajak agar semuanya bisa berpartisipasi aktif dan menyumbangkan perannya dalam pelaksanaan kegiatan sinergi dan kolaborasi. Karena, kekuatan perekonomian Priangan Timur dalam sektor pertanian di tahun yang akan datang juga semakin diuji dengan risiko shortage produksi pangan dan turunan pertanian import lainnya," katanya.

Meskipun disisi lain ini merupakan peluang bagi Priangan Timur untuk menguatkan sektor pertanian yang tentunya perlu didukung dengan intermediasi perbankan di sektor pentingnya. Kemudian, diperlukan pula dukungan penguatan ketersediaan data untuk kota dan kabupaten se-Priangan Timur yang meliputi ketersediaan dan penyusunan data inflasi bulanan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Triwulanan dan Neraca Bahan Makanan per daerah.*

 

Baca : BI Tasikmalaya Gelar Webinar Strategi Pemulihan Pariwisata Pangandaran


Berita Terkait