Ratusan Massa Tuntut Rekapitulasi Suara Pilkada Serentak Kabupaten Tasikmalaya ditunda

Senin, 14 Desember 2020 21:32 D. Farhan Kamil Daerah

Ratusan Massa Tuntut Rekapitulasi Suara Pilkada Serentak Kabupaten Tasikmalaya ditunda


Koropak.co.id - Ratusan massa aksi gabungan sejumlah ormas dan LSM Kabupaten Tasikmalaya pendukung Iwan-Iip (Wani), berunjuk rasa di depan gerbang masuk Kantor KPU dan Bawaslu, Blok Ruko Jalan Raya Timur Cipakat Kecamatan Singaparna, Senin (14/12/2020).

Massa menuntut KPU menunda tahapan rekapitulasi suara tingkat kabupaten sebelum seluruh laporan pelanggaran dugaan kecurangan yang dilakukan paslon lain ditangani secara tuntas oleh Bawaslu dan memiliki ketetapan hukum yang jelas.

Di atas mobil bak terbuka, salah seorang orator, Ananto Wibowo menegaskan, pihaknya menuntut pilkada diulang jika semua laporan dugaan kecurangan tidak ditangani serius oleh pihak penyelenggara. "Hasil Pilkada hari ini harus didiskualidikasi," kata Ananto

 

Baca : Massa FPI Kabupaten Tasikmalaya Tuntut Keadilan

 

Ia menilai, apa yang dilakukan oleh calon petahana dalam hal ini pasangan nomor urut 2 dengan membagi-bagikan dana Covid-19 serta bantuan sosial lainnya menjelang Pilkada, adalah pelanggaran berat yang harus diusut

Dari pantauan Koropak, kerumunan massa aksi ini sempat memacetkan jalan hingga menimbullan antrian kendaraan cukup panjang baik dari arah Singaparna menuju Kota Tasikmalaya maupun sebaliknya.

Bahkan massa aksi sempat memblokade jalan dengan cara duduk di tengah jalan. Seluruh kendaraan dari arah Singaparna disuruh putar balik. Sehingga menyebabkan kemacetan cukup serius meskipun tim keamanan ormas/LSM tersebut berupaya mengurai kemacetan.

Beruntung situasi tersebut tidak berlangsung lama, setelah Kapolres Tasikmalaya, AKBP Hendria Lesmana didampingi Dandim 0612 /Tasikmalaya Letkol Inf. Ari Sutrisno mengurai kemacetan dengan menghalau massa membuka ruas jalan.

Tak puas berorasi, sejumlah perwakilan massa aksi dipersilahkan masuk gerbang KPU dan melakukan audiensi dengan Ketua KPU juga Bawaslu didampingi Kapolres dan Dandim di pers room KPU.

Dalam pertemuan tersebut sempat diwarnai ketegangan, ketika salah seorang perwakilan massa aksi menggebrak meja, diduga akibat tidak puas atas jawaban Ketua Bawaslu terkait penanganan laporan-laporan dugaan kecurangan pemilu.

Namun secara tegas Dandim 0612/Tasikmalaya meredam ketegangan dan meminta perwakilan massa untuk tetap tenang dan saling menghirmati.

Juru Bicara Tim Pemenangan Wani, Iim Imanullah mengatakan, dalam audiensi dengan KPU, Bawaslu, TNI/Polri dan Desk Pilkada Kabupaten Tasikmalaya, tim pemenangan Wani menegaskan kembali agar tahapan pleno KPU tentang rekapitulasi suara dihentikan sementara.

"Kami masyarakat Kabupaten Tasikmalaya mengharapkan demokrasi dan keadilan berjalan dengan baik, dan kami menuntut penyelenggara pemilu untuk menghentikan proses tahapan pleno tingkat kabupaten, yang akan dilaksanakan besok, Selasa. Ini demi keadilan untuk pasangan Iwan-Iip," kata Iim.

Ia menilai, Bawaslu belum tuntas menindaklanjuti seluruh laporan dugaan kecurangan terutama oleh petahana untuk memanfaatkan bantuan sosial pandemi Covid-19, yang dibagikan di masa tenang.

"Dalam aturan atau undang-undang sudah sangat jelas, tertera bahwa selama enam bulan sebelum ditetapkan sebagai bupati, petahana dilarang mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang menguntungkan dirinya. Demokrasi telah diciderai dengan menghalalkan segala cara," ujarnya.

Menyikapi tuntutan massa aksi, Komisioner KPU Kabupaten Tasikmalaya Divisi Teknis dan Penyelenggaraan, Jajang Jamaludin menyebutkan, KPU tidak bisa menghentikan pelaksanaan tahapan pemilu pleno terbuka rekapitulasi suara tingkat kabupaten.

" Itu amanat Peraturan KPU yang tetap harus kami jalankan. KPU tetap harus melanjutkan proses pleno rekapitulasi karena tahapan rekapitulasi suara tingkat PPK atau kecamatan, sudah selesai dan berjalan dengan tertib, aman juga sehat," kata Jajang.

Ditambahkan, jadwal rekapitulasi suara tingkat kabupaten mulai tanggal 13-17 Desember. "Besok, kita rencanakan menggelar rapat pleno jam 09:00 Di gedung Islamic Center (IC)," terang dia.

 

Baca Juga : Tensi Dinamika Demokrasi Kabupaten Tasikmalaya Pasca Pilkada, Memanas


Berita Terkait