Bawaslu: Terdapat 13 Laporan Pelanggaran Pilkada Kabupaten Tasikmalaya

Selasa, 15 Desember 2020 10:26 D. Farhan Kamil Pilkada

Bawaslu: Terdapat 13 Laporan Pelanggaran Pilkada Kabupaten Tasikmalaya

 

Koropak.co.id - Koordinator Divisi (Koordiv) Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Khoerun Nasichin mengatakan, dari 13 laporan terkait dugaan pelanggaran pemilu, 2 kasus masuk ke dalam penanganan sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) tahap dua.

"Total laporan yang sudah masuk dan teregister dalam penanganan dugaan pelanggaran karena memenuhi unsur dan bukti, sebanyak 13 kasus. Terdiri dari 11 kasus temuan Bawaslu dan dua kasus berupa laporan. Dua kasus di antaranya sudah masuk pada tahapan 2 sentra Gakumdu," kata Khoerun, Senin (14/12/2020).

Ke-13 dugaan pelanggaran pemilu yang sudah dan sedang ditangani Bawaslu itu terang dia, di antaranya adalah pelanggaran kode etik ASN berupa sosialisasi salah satu pasangan calon ke masyarakat. "Kasusnya sudah kita limpahkan ke Komisi ASN. Sementara untuk kasus pelanggaran netralitas Camat Jatiwaras, sudah ditangani penyidik kepolisian," ujarnya.

Kasus berikutnya berupa dugaan pelanggaran administrasi yang dilakukan oleh penyelenggara Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), dan kasusnya sudah ditindaklanjuti. Kemudian pelanggaran kampanye calon di luar jadwal melalui salah satu media di Tasikmalaya dengan locus Kota Tasikmalaya, sudah disampaikan ke dewan pers.

 

Baca : Ratusan Massa Tuntut Rekapitulasi Suara Pilkada Serentak Kabupaten Tasikmalaya ditunda

 

Selanjutnya terang Khoerun, kasus dugaan perusakan APK di Kecamatan Singaparna dan Salopa. Kasus ini dihentikan di sentra Gakumdu tahap 1 karena tidak memenuhi unsur formil maupun materil.

Adapun terkait dugaan tindak pidana pemilu yang dilakukan oleh kepala Desa Cikuya Kecamatan Culamega, prosesnya dihentikan karena di sentra Gakumdu tahap satu, tidak ditemukan alat bukti yang cukup.

"Adapun dugaan tindak pidana pemilu oleh kepala desa Sukagalih Kecamatan Sukaratu, sudah ditindaklanjuti lewat sentra Gakumdu tahap satu dan dua. Bawaslu menyerahkan penanganan kasusnya ke penyidik kepolisian Polres Tasikmalaya," tutur dia.

Disinggung soal kedatangan tim pemenangan Wani ke Bawaslu pada Minggu (13/12/2020), Khoerun menegaskan bahwa itu bukan bentuk laporan tetapi bentuknya pengaduan sekaligus untuk memberikan pernyataan sikap atas hasil Pilkada.

"Meskipun berupa pengaduan, tetap akan kami bahas di rapat pleno pimpinan Bawaslu sebelum dibahas di sentra Gakumdu. Apakah memenuhi syarat formil dan materil atau tidak, termasuk apakah ada saksinya," terang Khoerun.

Menurutnya, selama laporan memenuhi unsur materil dan formil dan didukung bukti-bukti, maka jangan ragu, Bawaslu pastinya akan membahas bersama pihak kepolisian dan kejaksaan di sentra Gakumdu. *

 

Baca : PC Pagarnusa Nyatakan Sikap Tegas, KPU dan Bawaslu Tasikmalaya Agar Tidak Abaikan Ketentuan

Baca : Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Ingatkan KPU Penuhi Amanah Undang-Undang


Berita Terkait