Memotivasi Keberdayaan Ekonomi, Baznas Gelar Rakor dan Bimtek Kewirausahaan

Kamis, 17 Desember 2020 23:03 D. Farhan Kamil Daerah

Memotivasi Keberdayaan Ekonomi, Baznas Gelar Rakor dan Bimtek Kewirausahaan

 


Koropak.co.id - Di tengah pandemi Covid-19, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tasikmalaya terus bergerak mendongkrak kewirausahaan masyarakat berbasis dewan kemakmuran masjid (DKM) di 39 kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya. Salah satunya melalui program pemberdayaan perempuan berbasis DKM (P3DKM).

Dengan memanfaatkan Zakat, Infak dan Sedekah/sodaqoh (ZIS), Baznas membentuk kelompok-kelompok usaha mikro dan kecil berbasis DKM yang bergerak baik di bidang usaha perdagangan maupun pertanian, dengan nominal bantuan Rp 10 juta per kelompok dengan jumlah anggota 10 orang yang diketuai 1 orang.

"Baznas memiliki program pemberdayaan perempuan berbasis DKM yang sudah berjalan sejak awal tahun 2020 ini. Karena sumber finansialnya adalah ZIS maka kategori penerima manfaat (PM) nya juga tidak sembarang. Mereka adalah mustahik kategori fakir dan miskin yang punya potensi, produktif dan kontributif," kata Kepala BMF (Baznas Microfinance) Kabupaten Tasikmalaya, Dadan Nurdin, S.Ag, M.Si, selepas rapat koordinasi dan bimbingan teknis kewirausahaan di Gedung MUI Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (17/12/2020).

Disebutkan, perbedaan antara P3DKM dengan bantuan-bantuan stimulan lainnya adalah, bahwa sebelum realisasi bantuan anggaran, Baznas menerjunkan tim khusus untuk melakukan proses assessment, mengevaluasi layak atau tidaknya. Jika layak maka bantuan akan direalisasikan dan kemudian dilakukan monitoring dan evaluasi (monev) secara periodik per triwulan dan berkesinambungan.

"Sehingga pergerakan usaha para PM ini terus terpantau. Sejauh mana perkembangan dan apa kendalanya. Berapa keuntungan yang telah didapatkan selama satu semester atau periode satu tahun. Yang tidak kalah penting adalah sudah mampukah mereka mengeluarkan ZIS melalui Baznas dari hasil usaha mereka sendiri?" ujar Dadan.

 

Baca : Baznas Dan Kadin Kabupaten Tasikmalaya Geber Peningkatan Kapasitas Mustahik

 

Ditambahkan, perkembangan usaha selama masa pandemi tahun 2020 dari total 39 kelompok usaha berbasis DKM ini, Baznas mencatat sudah masuk infaq sekitar Rp 10 juta. Artinya, bahwa hal ini menunjukkan adanya perkembangan usaha mereka dan menghasilkan. Sehingga dari penghasilan tersebut mereka mampu menyisihkan untuk infaq.

"Ini salah satu indikator jika pergerakan usaha mereka selama periode kurang dari satu tahun ini, cukup berhasil meskipun dihantam badai pandemi Covid-19. Meskipun kita akui ada anggota kelompok usaha di beberapa kecamatan yang terdampak Covid-19 sehingga pergerakan usahanya tersendat. Seperti penjual makanan di sekolah-sekolah," terang Dadan.

Baznas lanjut dia, terus bergerak membimbing mereka dan memotivasi agar lebih tertib, sehat secara administrasi dan juga semangat berwirausaha dan berinovasi.

 

Memotivasi Keberdayaan Ekonomi, Baznas Gelar Rakor dan Bimtek Kewirausahaan (2)

 

Ketua kelompok usaha DKM Al Islah Kampung Cideres Desa Sukamenak Kecamatan Sukaresik, Asep Wawan mengatakan, berdasarkan hasil kesepakatan kelompok, dana bantuan Baznas per bulan Februari lalu digunakan untuk ternak ikan Mas, Nilem dan Nila.

Dari dua kali panen, ia mengakui, selain telah memberi keuntungan finansial untuk anggota kelompok, dari usaha tersebut juga telah mampu memenuhi kebutuhan ikan untuk anggota kelompok Al Islah maupun warga di lingkungan DKM.

"Alhamdulilah kami sudah dua kali panen, dan sekarang berkembang lebih baik menjelang panen ketiga. Dari usaha ini pun kami sudah bisa berinfaq melalui Baznas," ungkap Asep.

Ia juga menegaskan, bahwa dana dari para muzakki khususnya ASN di Kabupaten Tasikmalaya melalui Baznas, sangat membantu meningkatkan kehidupan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya lebih maju dan sejahtera.*

 

Baca : Baznas Tasikmalaya Salurkan Bantuan Bagi Pedagang Kecil dan Penyandang Disabilitas


Berita Terkait