Pandemi Covid-19, Bukan Halangan Implementasi Sepuluh Objek Pemajuan Kebudayaan

Sabtu, 19 Desember 2020 21:34 Adin Wardini Daerah

Pandemi Covid-19, Bukan Halangan Implementasi Sepuluh Objek Pemajuan Kebudayaan

  

Koropak.co.id - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia bersama Direktorat Jenderal Kebudayaan RI, kembali menggelar Sosialisasi pemajuan kebudayaan yang berlangsung di Ballrom Hotel Grand Metro Kota Tasikmalaya, Sabtu (19/12/2020).

Kegiatan yang diikuti oleh 150 orang peserta dari kalangan akademisi, para guru seni dan budaya, budayawan, serta para penggiat seni budaya itu, dihadiri oleh Anggota Komisi X DPR RI H. Ferdiansyah, SE, MM, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kota Tasikmalaya, serta Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan Drs. Fitra Arda, M.Hum, selaku narasumber.

Anggota Komisi X DPR RI H. Ferdiansyah mengatakan, dilihat dari aspek budaya, pada masa pandemi Covid-19 termasuk permasalahan bangsa yang ada, masih terdapat 10 objek pemajuan kebudayaan yang dapat dilakukan. Seperti pengetahuan tradisional, olahraga tradisional, teknologi tradisional, dan adat istiadat.

"Jika diurai satu persatu, hal itu dapat meningkatkan citra bangsa," ujarnya.

Citra bangsa ini lanjut dia, sederhananya adalah meningkatnya rasa bangga menjadi bangsa Indonesia dan rasa bangga sebagai warga Tasikmalaya karena keduanya menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

"Kegiatan ini memberikan langsung implementasi contoh-contoh dalam pelaksanaan 10 objek pemajuan kebudayaan untuk bisa meningkatkan citra bangsa. Dan ini sesuai dengan apa yang tertera dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 Pasal 4 terkait Meningkatkan Citra Bangsa. Implementasinya, berdasarkan Pasal 5 tentang Pemajuan Kebudayaan yakni 10 objek Pemajuan Kebudayaan itu sendiri," katanya.

 

Pandemi Covid-19, Bukan Halangan Implementasi Sepuluh Objek Pemajun Kebudayaan

 

Baca : Kemendikbud Gelar Sosialisasi Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan di Tasikmalaya

 

Jika pandemi Covid-19 ini berkepanjangan, artinya diperlukan penyesuaian budaya baru. Dengan tidak mengganti akar budaya yang sudah ada.

"Penyesuaian-penyesuaian ini juga kami imbau kepada masyarakat, khususnya di Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya, untuk melakukan budaya baru terkait kondisi dan situasi pandemi di wilayah masing-masing melalui sarana 10 objek pemajuan kebudayaan tadi," ujarnya.

Ketua Panitia Pelaksana, Fatwa Yulianto mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan arahan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Tasikmalaya berdasarkan surat edaran baru yang dikeluarkan Plt Walikota Tasikmalaya.

"Kami sebelumnya telah berkoordinasi dengan Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya terkait protokol kesehatan yang berlaku. Yang pertama, melakukan rapid test terhadap peserta kemudian menghindari adanya kerumunan agar tidak ada kontak fisik. Selanjutnya kegiatan berlangsung di dua ruangan berbeda yang dilakukan secara virtual," ucapnya.*

 

Baca : Implementasikan Sepuluh Objek Pemajuan Kebudayaan Sesuai Kondisi Daerah