Implementasikan Sepuluh Objek Pemajuan Kebudayaan Sesuai Kondisi Daerah

Sabtu, 19 Desember 2020 21:56 Dede Hadiyana Daerah

Implementasikan Sepuluh Objek Pemajuan Kebudayaan Sesuai Kondisi Daerah

 

Koropak.co.id - Anggota Komisi X DPR RI H. Ferdiansyah, SE, MM menegaskan, perlu ada gerakan penyesuaian untuk melakukan budaya baru, dengan merinci 10 objek pemajuan kebudayaan sesuai kondisi dan situasi pandemi Covid-19 di daerah masing-masing.

"Dari 10 objek itu dirinci satu persatu dan disesuaikan dengan situasi serta kondisi di daerah. Tentu kondisi ini akan berbeda di masing-masing wilayah," ujarnya selepas kegiatan Sosialisasi 10 Objek Pemajuan Kebudayaan di Ballroom Hotel Grand Metro Kota Tasikmalaya, Sabtu (19/12/2020).

Akan tetapi terang dia, secara kebijakan umum idealnya dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan termasuk Direktorat Jenderal Kebudayaan, sehingga nantinya pakem di daerah disesuaikan dengan situasi dan kondisi.

Berkaitan dengan kegiatan sosialisasi, pihaknya mengaku memiliki kebijakan atau dasar yang dipayungi oleh Undang-Undang Nomor 5 tahun 2017 Pasal 4, dengan tujuan adanya pemajuan kebudayaan dan Pasal 5 tentang 10 objek pemajuan kebudayan.

"Dalam kegiatan sosialisasi ini juga, kami sekalian melakukan pendidikan tentang politik keuangan negara. Artinya, apapun yang kita buat dalam kontek kebijakan, harus berdasarkan peraturan perundang-undangan agar penyusunan anggaran serta implementasinya memiliki dasar," ujarnya.

 

Implementasikan Sepuluh Objek Pemajuan Kebudayaan Sesuai Kondisi Daerah (1)

 

Baca : H. Ferdiansyah Pandang Pentingnya Branding Daerah

 

Antusiasme para penggiat budaya yang hadir dalam beberapa kali kegiatan sosialisasi tentang Pemajuan Kebudayaan di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, diapresiasi oleh Kepala Balai Arkeologi Provinsi Jawa Barat, Deni Sutrisna.

Menurutnya, para peserta yang hadir khususnya dari para penggiat bidang edukasi, kebudayaan, maupun pariwisata, sangat menginginkan sebuah upaya bagaimana pengembangan kebudayaan ke depan itu tidak hanya berasal dari program-program kementerian.

"Bagaimanapun juga, pekerjaan kebudayaan adalah pekerjaan kolaboratif yang melibatkan setiap institusi, lembaga termasuk upaya kami dari kementerian dalam hal ini menjadi fasilitator," katanya.

Dikatakan Deni, banyak permohonan dari para penggiat kebudayaan di antaranya seperti bagaimana mendirikan sanggar, mengajukan pengangkatan pahlawan nasional yang berasal dari daerah, dan lain sebagainya.

"Mereka juga menginginkan pengkajian toponimi atau penamaan beberapa tempat dilihat dari perjalanan sejarah dari sebuah desa atau kampung khususnya yang berada di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya," ucapnya.*

 

Baca : Pandemi Covid-19, Bukan Halangan Implementasi Sepuluh Objek Pemajuan Kebudayaan