Jelang 22 Desember, Mengenal Sejarah di Balik Peringatan Hari Ibu di Indonesia

Senin, 21 Desember 2020 22:42 Eris Kuswara Nasional

Jelang 22 Desember, Mengenal Sejarah di Balik Peringatan Hari Ibu di Indonesia

 

Koropak.co.id - Besok, Selasa (22/12/2020) seluruh masyarakat Indonesia akan memperingati Hari Ibu Nasional. Sementara itu, untuk Hari Ibu Nasional Tahun 2020 kali ini mengusung tema "Perempuan Berdaya, Indonesia Maju". Peringatan Hari Ibu sendiri merupakan upaya bagi bangsa Indonesia untuk mengenang dan menghargai perjuangan perempuan Indonesia dalam merebut dan mengisi kemerdekaan.

Berbicara mengenai Hari Ibu, peringatannya tidak lepas dari perjuangan para perempuan Indonesia. Selain itu, diketahui bibit kebangkitan perjuangan perempuan Indonesia telah dimulai sebelum masa kemerdekaan yang ditandai dengan perjuangan dari pendekar perempuan di berbagai tempat di Indonesia seperti Tjuk Njak Dien di Aceh, Nji Ageng Serang di Jawa Barat, R.A Kartini di Jawa Tengah dan masih banyak lagi yang lainnya.

Selain itu, setelah kelahiran Budi Utomo pada tahun 1908, banyak lahir perkumpulan perempuan di berbagai tempat seperti Aisiyah, Wanita Katolik, Putri Merdeka, dan lainnya. Gema Sumpah Pemuda dan lantunan lagu Indonesia Raya pada 28 Oktober 1928 yang digelorakan dalam Kongres Pemuda Indonesia juga turut menggugah semangat para pimpinan perkumpulan kaum perempuan untuk mempersatukan diri dalam satu kesatuan wadah mandiri.

Saat itu, sebagian besar perkumpulannya masih merupakan bagian dari organisasi pemuda pejuang pergerakan bangsa. Kemudian atas prakarsa para perempuan pejuang pergerakan kemerdekaan pada 22 hingga 25 Desember 1928, maka diselenggarakanlah Kongres Perempuan Indonesia pertama kalinya di Yogyakarta. Dari kongres itulah mulai terbentuknya satu organisasi federasi yang mandiri dengan nama Perikatan Perkoempoelan Perempoean Indonesia (PPPI).

 

Jelang 22 Desember, Mengenal Sejarah di Balik Peringatan Hari Ibu di Indonesia (2)

 

Baca : Desember Telah Tiba, Berikut Kutipan Motivasi di Awal Bulan Desember 2020

 

Melalui PPPI ini jugalah mulai terjalin kesatuan semangat juang kaum perempuan bersama kaum laki-laki untuk berjuang meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang merdeka serta meningkatkan harkat dan martabat perempuan Indonesia menjadi perempuan yang maju. Pada 1929, PPPI pun berganti nama menjadi Perikatan Perkoempoelan Istri Indonesia (PPII) dan pada 1935, mulai diadakan Kongres Perempuan Indonesia II di Jakarta.

Disamping berhasil membentuk Badan Kongres Perempuan Indonesia, kongres itu juga turut menetapkan fungsi utama Perempuan Indonesia sebagai Ibu Bangsa yang berkewajiban dalam menumbuhkan dan mendidik generasi baru yang lebih menyadari dan lebih tebal rasa kebangsaannya. Kemudian pada 1938, Kongres Perempuan Indonesia III diadakan di Bandung dan menyatakan bahwa tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu.

Hari Ibu pun pada akhirnya secara resmi dikukuhkan Pemerintah melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur tertanggal 16 Desember 1959 dan menetapkan bahwa Hari Ibu tanggal 22 Desember merupakan hari nasional dan bukan hari libur. Pada tahun 1946, badan ini berevolusi menjadi Kongres Wanita Indonesia (Kowani) yang sampai saat ini terus berkiprah sesuai aspirasi dan tuntutan zaman.*

 

Baca : Kata-Kata Menyentuh Hati Sebagai Ungkapan Cinta dan Terima Kasih di Hari Ibu 


Berita Terkait