Wabup Garut Studi Banding Pembudidayaan Ikan Koi Ke Kabupaten Ciamis

Sabtu, 26 Desember 2020 21:44 Didit Fauzi Daerah

Wabup Garut Studi Banding Pembudidayaan Ikan Koi Ke Kabupaten Ciamis

 

Koropak.co.id - Wakil Bupati Ciamis, Yana D Putra, mendampingi Wakil Bupati Garut, dr Helmi Budiman, untuk melaksanakan study banding pembudidayaan ikan koi di Kelompok budidaya ikan (Pokdakan) Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis Jawa Barat, Sabtu, (26/12/2020).

"Kedatangan Wakil Bupati Garut dalam rangka studi banding budidaya ikan koi, ini membuktikan bahwa budidaya ikan koi di Ciamis sudah mulai diketahui banyak orang," kata Yana.

Menurutnya, dalam pembudidayaan ikan koi ini, kelompok budidaya ikan dibina secara langsung oleh AMplus dan terbukti telah sukses memanen bibit ikan Koi peliharaan plasma.

"Kami mengharapkan budidaya ikan koi ini bisa menjadi primadona di Kabupaten Ciamis, dan bisa menjadi daya tarik masyarakat luar daerah untuk ke Ciamis," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Garut menyebutkan, kegiatan study banding ke kelompok budidaya yang dibina AMplus ini, untuk mengetahui tata kelola niaga dan pola pembudidayaan yang mengarah kepada pemberdayaan masyarakat.

"Saya tertarik dengan tata kelola pembudidayaan ikan koi yang dilakukan kelompok pembudidaya disini, karena telah mambawa dampak positif pada pemberdayaan kelompok masyarakat,’ tutur Helmi.

Di sisi lain tambah dia, ia juga tertarik dengan daya tarik ikan koi yang telah mengundang banyak investor datang ke lokasi budidaya di daerah Desa Muktisari Kabupaten Ciamis ini secara langsung.

Lebih lanjut, Helmi menyebutkan, budidaya ikan koi di Garut sudah banyak. Bahkan jika ada lomba, pasti banyak peminatnya. Namun pembudidayaan ikan koi di Garut perlu dilengkapi tata kelola niaga yang lebih baik. "Hari ini kita belajar itu dari pembudidayaan di Kabupaten CIamis," ujarnya.

 

Baca : Kunci Sukses Memelihara Ikan Koi : Jaga Kualitas Air

 

Presdir AmPlus, Arie Mirza menegaskan, budidaya ikan koi cukup menjanjikan karena bernilai jual tinggi. Hanya butuh waktu tiga bulan dari modal awal Rp 17 ribu per ekor, bisa dijual setelah dibesarkan oleh para plasma dengan harga Rp 150 ribu per ekor,” ungkapnya.

Arie mengatakan, sistem plasma yang dilakukan AmPlus dilakukan dengan bekerjasama dengan BUMDes yang ada di Kecamatan Cipaku. Hal itu untuk mendorong perekonomian di perdesaan.

“Dengan tagline dari Desa untuk Indonesia, Kami di sini berusaha membangkitkan perekonomian di perdesaan dengan budidaya ikan Koi,” kata Dia.

Ke depannya lanjut Arie, Kabupaten Ciamis bisa menjadi sentra ikan Koi yang mumpuni sehingga bisa mendongkrak perekonomian masyarakat.

“Saya ingin hasil budidaya ikan yang dikembangkan di sini bisa sejajar dengan daerah lain yang telah dulu membudidayakannya,” tambah Arie.*

 

Baca : Anggota Komisi XI DPR RI Apresiasi Kerajinan Saung Cuklik Ciamis


Berita Terkait