Harga Kedelai Naik, Sejumlah Produsen Tahu dan Tempe Mogok Produksi

Selasa, 05 Januari 2021 20:06 Eris Kuswara Nasional

Harga Kedelai Naik, Sejumlah Produsen Tahu dan Tempe Mogok Produksi

 

Koropak.co.id - Ekses melonjaknya harga kedelai di pasaran, sejumlah pengusaha produsen tahu dan tempe menggelar aksi mogok atau berhenti berproduksi.

Bahkan jika tidak ada pandemi Covid-19, para produsen tempe dan tahu ini turun ke jalan melakukan aksi didepan Istana Presiden, agar aspirasi langsung terdengar oleh Presiden RI.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Sedulur Pengrajin Tahu Indonesia (SPTI), Musodik meminta agar pemerintah secepatnya menurunkan harga kedelai di pasaran. Hal itu karena telah membebani pengusaha tahu dan tempe sebagai bagian dari Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM).

"Kami menuntut pemerintah agar memperhatikan pengusaha-pengusaha kecil dan segera menstabilkan kembali harga kedelai. Karena, akibat kenaikan harga tersebut, banyak produsen tahu dan tempe yang saat ini berhenti beroperasi. Selain itu, kenaikan harga kedelai hingga Rp 9 ribu per kilogram itu juga, telah membebani pengusaha. Bahkan akibat kenaikan itu, para produsen nyaris tidak mendapatkan untung sama sekali," kata Musodik sebagaimana dihimpun Koropak, Selasa (5/1/2021).

 

Harga Kedelai Naik, Sejumlah Produsen Tahu dan Tempe Mogok Produksi (1)

 

Baca : Jangan Cemas Harga Bahan Pokok di Pasar Cikurubuk Masih Stabil

 

Sementara itu, Perwakilan Bidang Hukum SPTI, Fajri, menilai kenaikan harga kedelai yang terjadi saat ini akibat adanya permainan kartel dari
oknum tertentu, sehingga hal itu membatasi peraturan impor. Terlebih lagi, saat ini pemerintah juga kurang memperhatikan keadaan yang terjadi dengan cara turun langsung ke lapangan yang situasinya sudah sangat darurat.

"Keberanian pemerintah ini harus dipecut, agar bagaimana importir baru bisa muncul dan menciptakan sebuah program, khususnya dengan adanya swasembada kedelai," tutur Fajri.

Diketahui, aksi mogok produksi tersebut dilakukan selama tiga hari berturut-turut, dimulai dari Kamis (31/12/2020) hingga Sabtu (2/1/2021). Apabila pemerintah tidak kunjung menurunkan harga kedelai, produsen tahu dan tempe akan kembali beroperasi dengan konsekuensi menaikkan harga di pasaran.*

 

Baca : Dampak Ekonomi Akibat Corona, Jaga Ketahanan Pangan Kota Tasikmalaya