Bukan Hanya Demam, Ini Gejala yang Dirasakan Pasien Terpapar Covid-19 Varian Baru

Jum'at, 08 Januari 2021 21:34 Eris Kuswara Nasional

Bukan Hanya Demam, Ini Gejala yang Dirasakan Pasien Terpapar Covid-19 Varian Baru

 

Koropak.co.id - Kemunculan mutasi Covid-19, menimbulkan berbagai gejala yang terjadi pada manusia. Jika sebelumnya gejala yang dirasakan itu hanya demam dan sesak napas, kini berbagai keluhan sehari-hari seperti cegukan hingga gangguan indra penciuman, bisa terjadi sebagai gejala dari Covid-19 varian baru ini.

Diketahui, gejala Covid-19 baru yang ditemukan pada manusia adalah cegukan secara terus menerus. Beberapa studi juga menemukan bahwa cegukan secara terus-menerus itu mengindikasikan gejala Covid-19 yang langka dan tidak biasa.

Bahkan pada studi tahun 2020, ditemukan seorang pria berusia 64 tahun yang mengalami cegukan terus-menerus sebagai satu-satunya gejala baru Covid-19. Berikut sejumlah gejala Covid-19 baru yang perlu diwaspadai sebagaimana dihimpun Koropak, Jumat (8/1/2021).

1. Sakit mata
Dilaporkan belum lama ini, gejala Covid-19 baru adalah sakit mata. Sebuah studi dari Anglia Ruskin University (ARU) Inggris, menemukan sebanyak 18 persen pasien Covid-19 mengalami fotofobia atau sensitivitas cahaya sebagai salah satu gejalanya.

Tercatat, dari 83 responden, sebanyak 81 persen melaporkan masalah mata dalam dua minggu setelah gejala Covid-19 lainnya muncul. Bahkan dari jumlah tersebut, 80 persen melaporkan masalah mata yang dialaminya berlangsung kurang dari dua minggu.

2. Delirium
Delirium merupakan gejala mental yang membuat penderitanya mengalami kebingungan berat dengan kesadaran yang berkurang akibat terganggunya sistem saraf pusat. Gejala Covid-19 ini juga pada umumnya muncul pada kelompok lanjut usia (lansia).

Delirium ini bisa dikatakan juga keadaan seseorang yang mengalami kebingungan dan merasa tidak terhubung dengan kenyataan atau seolah sedang bermimpi.

 

Baca : Vaksin Covid-19 Sinovac Tiba di RI, Jokowi : Belum Bisa Langsung Digunakan

 

3. Kelelahan
Berdasarkan studi dari Journal of the American Medical Association (JAMA), kelelahan merupakan salah satu gejala COVID-19 baru yang dapat bertahan lama setelah seseorang terinfeksi Covid-19.

Studi ini juga menemukan, sebanyak 53 persen pasien Covid-19 mengalami kelelahan selama sekitar 60 hari setelah pertama kalinya mengalami gejala.

4. Masalah pencernaan
Menurut hasil studi mengatakan, bahwa masalah pencernaan yang diakibatkan oleh infeksi Covid-19 bisa berupa diare dan muntah-muntah. Pada umumnya, pasien Covid-19 yang mengalami masalah pencernaan juga disertai dengan gejala Covid-19 lainnya.

Namun diketahui, hanya 4 persen orang saja yang didiagnosis positif Covid-19 dikarenakan muntah dan diare sebagai gejala tunggal tanpa gejala penyerta.

5. Ruam kulit
Dokter kulit dari DNI Skin Centre, Dr dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK(K), FINSDV, FAADV, mengatakan, infeksi Covid-19 bisa menyebabkan ruam kulit namun ruamnya cenderung hanya bersifat ringan dan tidak berisiko fatal dengan risiko sekitar 0,2 hingga 20 persen.

6. Nyeri otot
Berdasarkan penelitian yang diterbitkan di The Journal Annals of Clinical and Translational Neurology menemukan bahwa sebanyak 44,8 persen relawan yang berpartisipasi dalam penanganan Covid-19 mengalami nyeri otot akibat Covid-19.


Selain itu, rasa nyeri itu sendiri mungkin disebabkan karena peradangan yang terjadi di dalam tubuh akibat infeksi Covid-19. Para pasien Covid-19 yang sudah sembuh juga ternyata bisa mengalami nyeri otot.

 

Baca : Di Tengah Euforia Vaksin Covid-19 Tersedia, WHO Bongkar Varian Baru Virus Corona

 

7. Kehilangan indra penciuman dan perasa
Kehilangan indra penciuman dan perasa merupakan salah satu gejala Covid-19 yang kerap kali dirasakan pasien Covid-19. Bahkan mereka membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan agar fungsi indra tersebut pulih kembali.

Beberapa pasien yang menderita gejala Covid-19 baru ini seringkali membutuhkan perawatan dan terapi seperti pelatihan penciuman. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki otak agar secara akurat bisa mengenali rasa, bau, dan aroma yang tepat seperti sebelumnya.

8. Parosmia
Terakhir, gejala Covid-19 baru yang ditemukan adalah parosmia atau distorsi penciuman. Parosmia sendiri merupakan suatu kondisi terganggunya indra penciuman.

Parosmia juga bisa menyebabkan penderitanya mengalami halusinasi penciuman misalnya seperti bau yang harum mungkin akan tercium busuk. Kondisi ini pun dialami oleh sejumlah pasien Covid-19.*

 

Baca : Varian Baru Covid-19 Merebak, Sejumlah Negara Kembali Terapkan Lockdown

 


Berita Terkait