Kota Tasikmalaya PSBB Lagi, Ubah Kembali Jam Operasional Pelaku Usaha

Senin, 11 Januari 2021 21:04 Eris Kuswara Daerah

Kota Tasikmalaya PSBB Lagi, Ubah Kembali Jam Operasional Pelaku Usaha


Koropak.co.id - Sesuai dengan Keputusan dan Surat Edaran (SE) dari Gubernur Jawa Barat, maka untuk Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional di Kota Tasikmalaya akan dilaksanakan selama 14 hari, mulai hari ini Senin (11/1/2021) hingga 25 Januari 2021 mendatang.

Surat Edaran PSBB Proporsional yang tertuang dalam SE nomor 360/SE.771–BPBD/2021 tersebut, telah ditandatangani Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Tasikmalaya, Drs H Muhammad Yusuf dan telah diedarkan ke masyarakat.

Plt Walikota Tasikmalaya, Drs H Muhammad Yusuf mengatakan, Surat Edaran tentang pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat dalam penanganan Covid-19 di Kota Tasikmalaya, sudah ditandatangani dan diedarkan ke masyarakat. Selain itu, Pemerintah Kota Tasikmalaya pun akan mengikuti kebijakan Gubernur Jawa Barat yang mencakup semua kegiatan masyarakat.

"Kebijakan ini diterapkan sesuai dengan instruksi dari Pemerintah Pusat. Kebijakan ini juga dilakukan untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 termasuk di Provinsi Jawa Barat, khususnya di Kota Tasikmalaya. Penerapan ini dilakukan karena tingginya kasus penularan kasus positif berdasarkan tingkat kematian, kasus kesembuhan, kasus aktif dan tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit untuk ICU serta ruang isolasi,” kata Yusuf, Senin (11/1/2021).

 

Kota Tasikmalaya PSBB Lagi, Ubah Kembali Jam Operasional Pelaku Usaha (2)

 

Untuk diketahui bersama, berikut beberapa rincian kegiatan masyarakat yang dibatasi selama PSBB Proporsional di Kota Tasikmalaya selama 14 hari kedepan :

1. Membatasi aktivitas di tempat kerja atau perkantoran dengan menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) sebesar 75 persen dan Work From Office (WFO) sebesar 25 persen dengan memberlakukan protokol kesehatan yang lebih ketat.

2. Meniadakan pelaksanaan pembelajaran di sekolah dan institusi pendidikan lainnya secara tatap muka pada setiap jenis dan jenjang pendidikan.

3. Pondok Pesantren yang peserta didiknya bermukim di asrama dalam lembaga pendidikan tersebut boleh dilaksanakan, namun sebelumnya telah mengajukan izin terlebih dahulu ke Satgas Covid-19 melalui kantor Kemenag dengan catatan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

4. Menutup Kegiatan tempat wisata seperti kolam renang, karaoke dan bioskop.

5. Memperbolehkan restoran, rumah makan, cafe untuk buka dengan ketentuan konsumen take away dan tidak makan ditempat serta jam operasionalnya mulai dari pukul 08.00 WIB hingga 19.00 WIB.

6. Memperbolehkan pusat perbelanjaan dan toko swalayan untuk buka dengan catatan jumlah pengunjung yang dibatasi sebanyak 25 persen dari kapasitas dan jam operasionalnya dimulai dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB.*

 

Baca : Instruksi Gubernur Jabar, Pemkot Tasikmalaya Terapkan PSBB Proporsional


Berita Terkait