TPID Lakukan Sidak, Harga Jual Kedelai di Kota Tasik Masih Tinggi

Senin, 11 Januari 2021 21:24 Eris Kuswara Daerah

TPID Lakukan Sidak, Harga Jual Kedelai di Kota Tasik Masih Tinggi

 

Koropak.co.id - Buntut kenaikan harga kedelai di pasaran, Tim Pengendali Implasi Daerah (TPID) Kota Tasikmalaya melakukan inspeksi mendadak (Sidak) terkait ketersediaan dan harga kedelai di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya, Senin (11/1/2021).

Selain di Pasar Cikurubuk, sidak juga dilaksanakan di beberapa tempat yang merupakan distributor kedelai, seperti di Kecamatan Indihiang.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kota Tasik, HM Firmansyah mengatakan, tujuan diadakanya sidak tersebut adalah untuk memastikan penyebab dari ketersedian stok dan kenaikan dari harga kedelai.

"Bersadarkan hasil sidak, kami melihat bahwa stok kedelai mencapai 60 hingga 80 ton. Kedelai tersebut untuk disalurkan ke pemasok dan pengrajin tahu dan tempe," katanya.

Sementara itu, untuk harga kedelai saat ini adalah Rp 9.000 per kilogram. Namun jika mengacu kepada peraturan Kementerian Perdagangan secara global itu harganya hanya Rp 6.800 per kilogram.

"Setelah kami klarifikasi, ternyata kenaikan harga itu dikarenakan harga beli dari suplayer pusat seharga Rp 8.700 per kilogram,” ujar Firmansyah.

Dinas KUMKM Perindag, lanjut Firmansyah, harus mengecek penyebab kenaikan harga suplayer pusat. Hal itu dikarenakan harga tidak sesuai dengan harga yang ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag). Pihaknya juga akan melakukan pengecekan lebih lanjut harga jual distributor kepada pengecer atau perajin.

"Kita juga harus mengecek lagi harga jual dari distributor kepada pengecer atau pengrajin, apakah harganya lebih tinggi dari pada harga dasar keputusan pemerintah pusat, atau memang mengikuti harga suplier,” ucapnya.

 

Baca : Harga Kedelai Naik, Sejumlah Produsen Tahu dan Tempe Mogok Produksi

 

Ia menuturkan, semua mengetahui bahwa saat ini ada pembatasan untuk kedelai kualitas impor dikarenakan pengiriman kedelai dari Amerika lebih mengutamakan ke Cina. Sehingga hal itu menimbulkan permasalahan dalam pengadaan dan masalah lainnya untuk pengiriman ke wilayah Asia khususnya Asia Tenggara.

"Tentunya ini harus kita cek lagi, apalagi secara Nasional harga kedelai tersebut mengalami kenaikan. Pada intinya kami akan memastikan dan menelusuri penyebab kenaikan harga. Apakah oleh suplayer, distributor pengencer atau yang lainnya? Karena bisa juga harga impor ke suplayer dinaikkan, sebab adanya pembatasan kuota,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tasikmalaya, Tedi Setiadi menyebutkan, setiap bulannya kebutuhan kedelai di Kota Tasikmalaya sebanyak 520 ton. Dan untuk stok kedelai di Kota Tasikmalaya masih banyak.

“Untuk pembuatan tahu dan tempe di Kota Tasikmalaya ini masih mengandalkan kedelai impor dari Amerika, dengan alasan kualitas tempenya yang lebih bagus. Sedangkan jika menggunakan kedelai lokal, mereka beralasan kualitasnya tidak bagus. Sehingga kebutuhan kedelai impor di Kota Tasikmalaya ini sangat tinggi untuk dijadikan olahan tempe dan tahu," tutur Tedi.*

 

Baca : Kota Tasikmalaya PSBB Lagi, Ubah Kembali Jam Operasional Pelaku Usaha

 


Berita Terkait