Hidup Dalam Kepedihan Mak Omot Tak Pernah Mau Bikin Repot

Rabu, 13 Januari 2021 11:45 D. Farhan Kamil Daerah

Hidup Dalam Kepedihan Mak Omot Tak Pernah Mau Bikin Repot

 

Koropak.co.id - Tak seperti dinding tembok yang kian lapuk dan mengelupas. Di bawah rumah kumuh berlantai kusut, mak Omot janda berusia 89 tahun warga Kampung Sayuran RT 01 RW 01 Desa dan Kecamatan Padakembang Kabupaten Tasikmalaya, tetap kokoh menjalani hidup dalam serba keterbatasan.

Tak setitik pun di raut wajahnya yang kian lusuh dan keriput, terlukis kegelisahan karena fakta hidup yang getir memilukan. Rumah tua dengan atap yang nyaris ambruk dan lantai tembok bersulam tanah serta tanpa kamar mandi itu, tetap setia melindungi mak Omot dari hujan dan terik sinar mentari. Meski tak sepenuhnya mampu membentengi penghuni rumah dari rembesan air hujan deras yang menetes di antara celah genting rumah yang retak.

Meskipun mak Omot tabah menjalani kenyataan, namun realita telah mengusik keprihatinan bagi siapapun yang menyaksikan. Apalagi mak Omot hidup ditemani seorang anaknya yang kini tidak mampu berjalan pasca mengalami kecelakaan.

"Kami benar-benar prihatin dari apa yang kami saksikan langsung hari ini. Informasi viral di media sosial, kami coba telusuri dan ternyata benar," kata Ketua Wahana Lingkungan dan Pendidikan Sosial (Walpis) Kabupaten Tasikmalaya, Riyan Nur Palah, Rabu (13/1/2021).

 

Baca : Insan Disdik Kabupaten Tasikmalaya Merapat Ke Baznas

 

Dari penilaian tim survei Walpis terang Riyan, kondisi rumah mak Omot sangat memprihatinkan. Rumah pemberian salah seorang kolega mak Omot ini, jauh dari kata layak huni.

"Selain kondisi rumahnya yang tidak layak, dari segi kesehatan pun jauh dari kata bersih apalagi rapih. Lebih miris lagi, di dalamnya tidak terdapat kamar mandi. Sehingga untuk keperluan MCK, mak Omot yang rentan dan anaknya yang tidak lagi bisa berjalan normal, harus berjalan kaki sejauh lebih kurang 150 meter," tutur Riyan.

Kini, untuk kebutuhan sehari-hari mak Omot dan anaknya, bergantung pada pemberian warga sekitar pasca anaknya tidak lagi mampu bekerja.

"Meskipun mak Omot ini merupakan salah seorang penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan program bantuan sosial lainnya dari pemerintah, namun melihat fakta yang ada sejatinya ada kepedulian lebih dari pemerintah agar kehidupan mereka berdua, menjadi lebih baik," ujarnya.

 

Baca : Baznas Nobatkan Bupati Ade Sebagai Tokoh Kebangkitan Zakat

 

Ditambahkan, berdasarkan keterangan warga sekitar, keberadaan mak Omot ini sudah dilaporkan namun sayang belum mendapat respons dari pemerintah setempat.

Sementara itu, dengan segala kesederhanaanya, mak Omot mengaku, siapa yang tidak menginginkan hidup bahagia dan sejahtera. Namun fakta berbeda.

"Semua adalah kehendak-NYA. Saya hanya bisa bersyukur dan tetap berharap perubahan hidup menjadi lebih utama, serta tidak membuat orang lain repot," ucapnya.*

 

Baca : Setan Uang Bisa Membutakan Hati Dan Pikiran Hingga Lupa Jeritan Rakyat