Tidak Ikut Tes Swab, Dua Pria Ini Lolos Dari Maut

Rabu, 13 Januari 2021 18:10 Eris Kuswara Nasional

Tidak Ikut Tes Swab, Dua Pria Ini Lolos Dari Maut

 

Koropak.co.id - Dibalik kisah pilu Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di Perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021) lalu, terdapat beberapa kisah penumpang yang selamat dari peristiwa nahas tersebut. Salah satunya datang dari 2 calon penumpang Sriwijaya Air yakni Paulus Yulius Kollo dan Indra Wibowo.

Diketahui, keduanya tidak mampu membayar tes PCR yang merupakan syarat untuk naik pesawat, namun justru hal itu membuat mereka berdua selamat dari maut. Pada akhirnya, keduanya memutuskan untuk naik kapal laut agar bisa sampai ke Pontianak. Bahkan raut wajah bahagia bercampur haru terpancar dari muka kedua penumpang Sriwijaya Air yang namanya tertera di manifest pesawat tersebut.

Keduanya berhasil lolos dari maut dikarenakan tidak mampu membayar tes swab PCR seharga Rp 1,3 juta per orang. Sedangkan untuk tes PCR instan harganya mencapai Rp 2,6 juta yang juga dipakai sebagai syarat naik pesawat dan masuk ke Pontianak, Kalimantan Barat.

Dengan mata berkaca-kaca, Paulus mengatakan bahwa dirinya pergi ke Pontianak untuk bekerja sebagai teknisi telekomunikasi. Dia juga menceritakan bahwa dirinya bersama temannya Indra Wibowo yang berasal dari Aceh tersebut menggunakan pesawat transit dari Makassar menuju Jakarta.

 

Baca : Setelah FDR, Basarnas Harapkan Bisa Temukan CVR dari Pesawat Sriwijaya Air

 

Namun sesampainya di Jakarta, dia bersama temannya tidak bisa melanjutkan penerbangan dikarenakan syarat masuk ke Pontianak harus menggunakan swab PCR. Sedangkan mereka berdua hanya memiliki dokumen swab antigen saja.

"Dikarenakan kami hanya memiliki dokumen swab antigen saja dan tidak mampu membayar swab PCR, maka kami pun memutuskan untuk memilih naik kapal Pelni KM Lawit menuju Pontianak. Selain itu, saya bersama teman saya pun tidak mengetahui jika pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang pada awalnya akan saya tumpangi itu mengalami kecelakaan," kata pria berusia 24 tahun asal kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT)tersebut sebagaimana dihimpun Koropak, Rabu (13/1/2021)

Paulus sendiri mengetahui kecelakaan tersebut setelah dirinya tiba di Pontianak pada Minggu (10/1/2021) lalu atau sehari setelah pesawat tersebut jatuh. Kini Paulus dan Indra Wibowo pun mengaku sangat bersyukur dikarenakan dapat terhindar dari kecelakaan tersebut.

Bahkan saat tiba di Pontianak, keduanya pun langsung menghubungi keluarga mereka masing-masing untuk memastikan bahwa keadaan mereka baik baik saja dan selamat. Karena sebelumnya, pihak keluarga mereka juga sempat khawatir dikarenakan nama keduanya tertera di manifes pesawat.*

 

Baca pula : Sebanyak 74 Kantong Berisi Bagian Tubuh Berhasil Dikumpulkan Tim SAR

 


Berita Terkait