Cuaca Buruk, Pesawat Garuda dan Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pontianak

Kamis, 14 Januari 2021 20:25 Eris Kuswara Nasional

Cuaca Buruk, Pesawat Garuda dan Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pontianak

 

Koropak.co.id - Masih hangat berita tentang Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di Perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021), baru-baru ini dikabarkan Pesawat milik maskapai Garuda Indonesia dan Lion Air tidak dapat mendarat di Bandara Internasional Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (13/1/2021).

Akibatnya, dua pesawat itu pun kemudian mendarat di Palembang, Sumatera Selatan dan Batam, Kepulauan Riau. Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-504 dan Lion Air dengan nomor penerbangan JT-684 tersebut gagal mendarat di Bandara Internasional Supadio, Pontianak dikarenakan cuaca buruk.

General Manager PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Internasional Supadio, Pontianak, Eri Brawliantoro membenarkan kabar terkait dua maskapai yang dialihkan pendaratannya atau divert dikarenakan cuaca buruk. Diketahui, istilah pendaratan suatu pesawat bukan di tempat tujuan semulanya disebut sebagai divert. Kemudian untuk istilah lainnya adalah Return To Base (RTB) atau keadaan pesawat balik lagi ke bandara awal atau bandara alternatif dikarenakan sebab-sebab tertentu.

"Divert atau bukan di tujuan semula dan RTB atau pesawat yang sudah terbang untuk beberapa saat tetapi kembali lagi ke bandara udara awal atau bandar udara alternatif terdekat dikarenakan alasan tertentu merupakan hal yang lumrah terjadi dalam dunia penerbangan. Itu dilakukan dengan alasan untuk mengutamakan faktor keselamatan penerbangan," kata Eri sebagaimana dihimpun Koropak, Kamis (14/1/2021).

 

Baca : Pesawat Sriwijaya Air Jakarta-Pontianak Meledak di Kepulauan Seribu

 

Akibat cuaca buruk itu, kata Heri, pada akhirnya Garuda mendarat di Palembang, Sumatera Selatan dan Lion Air mendarat di Batam, Kepulauan Riau. Sedangkan satu pesawat lainnya milik maskapai Sriwijaya Air sendiri sempat mengalami kendala saat hendak mendarat di Bandara Supadio, Pontianak. Namun beruntungnya pesawat Sriwijaya tersebut berhasil mendarat dengan selamat di Bandara Supadio.

"Saat cuaca kurang baik tadi, ada pesawat Sriwijaya Air yang sempat landing karena melihat cuacanya sempat terang sedikit dan jarak pandang sempat memenuhi standar. Sementara itu, pesawat Batik Air sempat holding. Kalau sudah begitu, maka diambilan keputusan apakah akan landing atau divert," tuturnya.

Latar belakang pengambilan keputusan Divert atau RTB yang disebabkan faktor cuaca adalah angin atau jarak pandang atau visibility di bawah standar sehingga bisa mengganggu keselamatan penerbangan,"Makanya setiap pengoperasian penerbangan pesawat itu, kita perlu mengetahui cuaca yang mengacu pada BMKG. Karena data ini akan diteruskan kepada ATC maupun pilot untuk mengambil keputusan apakah akan landing atau divert," ucapnya.*

 

Baca pula : Menhub : Kronologi Pesawat Sriwijaya Air Hilang Kontak Hingga Jatuh

 


Berita Terkait