BMKG Imbau Warga Waspadai Cuaca Ektrem di Puncak Musim Hujan

Rabu, 20 Januari 2021 12:53 Eris Kuswara Nasional

BMKG Imbau Warga Waspadai Cuaca Ektrem di Puncak Musim Hujan

 

Koropak.co.id - Sejak Oktober 2020 lalu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memprediksikan bahwa puncak musim hujan akan terjadi pada Januari dan Februari 2021. Bahkan tercatat saat ini sebagian besar wilayah di Indonesia atau sebanyak 94 persen dari 342 zona musim sudah memasuki musim hujan.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, sebagian besar wilayah di Indonesia terutama Jawa, Bali, Sulawesi Selatan hingga Nusa Tenggara saat ini telah memasuki puncak musim hujan dan diperkirakan akan berlangsung hingga Februari 2021 mendatang. Oleh karena itu, BMKG pun terus meminta masyarakat dan seluruh pihak untuk tetap selalu mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang cenderung meningkat pada periode puncak musim hujan tersebut.

"Kami juga ingin menekankan bahwa dalam beberapa hari kedepan kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil dapat berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia. Diketahui, kondisi tersebut dipicu oleh menguatnya Monsun Asia. Itu ditandai dengan semakin kuatnya aliran angin lintas ekuator di Selat Karimata dan juga diperkuat oleh pengaruh hadirnya gelombang atmosfer ekuatorial tropis Madden Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang Rossby yang saat ini aktif di wilayah Indonesia," kata Dwikorita sebagaimana dihimpun Koropak dalam siaran pers-nya, Rabu (20/1/2021).

 

Baca : Jumlah Korban Meninggal Akibat Gempa Sulawesi Barat Kembali Bertambah


Dikatakan, kehadiran MJO tersebut juga dapat ber-superposisi dengan penguatan Monsun Asia yang bisa juga disertai munculnya fenomena seruakan dingin atau cold surge di Laut Cina Selatan. Selain itu, beberapa sirkulasi siklonik di selatan Indonesia dan utara Australia yang teramati bisa menyebabkan terbentuknya belokan, pertemuan dan perlambatan kecepatan angin atau konvergensi.

"Sehingga hal itu pun akan meningkatkan pertumbuhan gugus awan supersel yang berpotensi menimbulkan curah hujan tinggi. Oleh karena itu, mulai 18 hingga 24 Januari 2021 mendatang ini adalah potensi cuaca ekstrem yang diprediksi dapat terjadi terutama di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Selatan dan Barat, Riau, Jambi, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Tengah dan Timur, Yogyakarta, Bali, NTT dan NTB, Kalimantan Tengah, Utara, Timur, dan Selatan, Sulawesi Utara, Tengah, Selatan, dan Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua," ucapnya.

Ia menuturkan, cuaca ekstrem tersebut sangat berpotensi dapat menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor yang dapat membahayakan masyarakat. Kemudian juga hujan deras disertai kilat atau petir dan gelombang tinggi yang membahayakan pelayaran dan penerbangan.

"Oleh karena itu, kami berharap masyarakat dan semua pihak diminta untuk terus memonitor pemutakhiran informasi tersebut agar bisa lebih waspada dan memitigasi berbagai risiko yang dapat diakibatkan oleh kondisi cuaca," tuturnya.*

 

Baca pula : Sebanyak 15 Orang Meninggal Dunia Akibat Bencana Banjir Kalimantan Selatan

 


Berita Terkait