Indonesia Alami Peningkatan Aktivitas Gempa Bumi Sejak Awal Januari 2021

Sabtu, 23 Januari 2021 15:48 Eris Kuswara Nasional

Indonesia Alami Peningkatan Aktivitas Gempa Bumi Sejak Awal Januari 2021

 

Koropak.co.id - Koordinator Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan, sejak awal Januari 2021, wilayah di Indonesia mengalami peningkatan aktivitas gempa yang guncangannya dirasakan oleh masyarakat.

Bahkan, berdasarkan hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa, total gempa yang dirasakan atau felt earthquake di wilayah Indonesia sejak 1 hingga 22 Januari 2021, tercatat sebanyak 59 kali. Sementara itu, jika dirincikan berdasarkan lokasi sumber gempa di wilayah masing-masing provinsi, tampak bahwa gempa yang dirasakan paling banyak terjadi di 5 besar provinsi.

"Kelima provinsi yang paling banyak merasakan gempa yakni Sulawesi Tengah sebanyak 10 kali, Sulawesi Barat sebanyak 7 kali, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 6 kali, Lampung sebanyak 4 kali dan Papua Barat sebanyak 4 kali," kata Daryono sebagaimana dihimpun Koropak, Sabtu (23/1/2021).

 

Baca : Gempa 3,7 Skala Richter Guncang Mamuju Tengah Sulawesi Barat

 

Namun, kata Daryono, beberapa provinsi lain juga turut mengalami gempa yang dirasakan seperti di Provinsi Aceh, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Barat, Bengkulu, D.I. Yogyakarta, Papua, Sulawesi Selatan, Bali, Gorontalo, Jawa Tengah, Maluku, Maluku Utara, Sumatera Barat dan Sumatra Utara.

"Adanya fenomena peningkatan aktivitas gempa signifikan dan dirasakan di berbagai wilayah ini juga belum dapat diketahui secara pasti apa penyebabnya. Namun yang pastinya gempa bumi adalah proses pelepasan energi yang terjadi secara tiba-tiba pada sumber gempa, setelah mengalami akumulasi medan tegangan yang sudah berlangsung sejak lama," ucapnya.

Dikatakan, gejala meningkatnya aktivitas gempa pada waktu-waktu tertentu seperti saat ini masih sulit untuk diterangkan. Akan tetapi ada dugaan akibat perubahan pola tegangan global, regional, bahkan lokal yang tampaknya dapat menerangkan gejala ini. Selain itu, hingga saat ini fenomena tersebut masih terus dikaji para ahli kebumian, untuk mengungkap penyebabnya.*

 

Baca pula : BMKG Imbau Warga Waspadai Cuaca Ekstrem di Puncak Musim Hujan

 


Berita Terkait