Ini Dugaan KNKT Terkait Penyebab Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182

Senin, 25 Januari 2021 14:44 Eris Kuswara Nasional

Ini Dugaan KNKT Terkait Penyebab Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182

 

Koropak.co.id - Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi menjelaskan operasi lanjutan dari pengevakuasian pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di Perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2021) lalu, akan dilanjutkan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Selain itu, salah satu fokus misi yang diutamakan dalam pencarian kali ini adalah penemuan Cockpit Voice Recorder (CVR).

"KNKT sudah mendapatkan kesepakatan dari KSAL, TNI, dan Polri untuk melakukan operasi lanjutan dengan yang ada di Pulau Lancang. Tentu saja apa yang dilakukan disana diantaranya adalah upaya menemukan CVR. Dimana presiden juga mengharapkan itu bisa segera ketemu, sehingga analisa oleh KNKT akan Paripurna," kata KNKT dalam keterangan resminya sebagaimana dihimpun Koropak, Senin (25/1/2021).

Sementara itu, untuk perkembangan terbaru saat ini adalah dihentikannya Operasi Tim SAR Gabungan terhadap jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Meskipun begitu, Basarnas sendiri akan tetap melakukan pemantauan aktif dan KNKT pun akan melanjutkan operasi pencarian CVR.

Tercatat,hingga Minggu (24/1/2021), Tim SAR Gabungan telah berhasil menemukan 325 kantong berisi bagian tubuh atau body part, 68 kantong berisi serpihan kecil pesawat dan 55 bagian besar badan pesawat. Tim DVI Polri juga telah berhasil mengidentifikasi 43 korban dan 32 jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga korban.

Selain itu, PT Jasa Raharja (Persero), asuransi BUMN khusus kecelakaan transportasi juga sudah memberikan santunan kepada 39 ahli waris dan pihak Sriwijaya Air juga sudah memberikan kepada 1 ahli waris dan akan menyusul 5 ahli waris lagi yang akan segera menerima santunan.

 

Baca : Tim DVI Polri Menargetkan Proses Identifikasi Korban Sriwijaya Air Selesai Pekan Depan

 

Selanjutnya, untuk dugaan sementara dari kecelakaan pesawat Boeing 737-500 Sriwijaya SJ -182 dengan rute Jakarta-Pontianak, masalahnya ada pada autothrottle system dari laporan penerbangan sebelumnya. Terdapat laporan malfungsi autothrottle beberapa hari yang lalu kepada teknisi maintenance. Namun KNKT belum mengetahui masalah utamanya.

Jika KNKT berhasil menemukan CVR, maka mereka bisa memdengarkan diskusi antara pilot mulai dari apa yang dikatakan dan apa permasalahanya. Karena menurutnya saat ini masih terlalu dini untuk menyebutkan bahwa air throttle menjadi penyebab utama kecelakaan tersebut terjadi. Meskipun begitu pihaknya tidak menampik tidak ada masalah lain dari hasil catatan maintenance sebelumnya.

Ketua Sub Komite IK Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo menjelaskan, pesawat masih bisa terbang apabila sistem autothrottle tidak bekerja, dikarenakan pilot masih bisa mengontrol secara manual,"Perlu diketahui, autothrottle atau throttle otomatis itu memungkinkan pilot untuk bisa mengontrol pengaturan daya dari mesin pesawat dengan menentukan karakteristik penerbangan yang diinginkan," katanya.

Di sisi lain, hingga saat ini Sriwijaya Air sendiri belum bisa mengomentari mengenai masalah teknis yang menyangkut penyidikan, sebelum ada pernyataan resmi dari KNKT. Sehingga, laporan pendahuluan tersebut diharapkan bisa keluar dalam waktu 30 hari setelah kecelakaan itu sesuai dengan standar internasional. Sebelumnya, Flight Data Recorder (FDR) telah ditemukan dan dibaca oleh penyelidik, namun pencarian bawah air untuk memori CVR masih terus berlanjut.

Dilaporkan, data FDR yang ditemukan tersebut menunjukan sistem autothrottle tidak beroperasi dengan baik di salah satu mesin pesawat saat naik dan berangkat dari Jakarta. Alih-alih mematikan sistem, FDR itu mengindikasikan bahwa pilot mencoba untuk membuat throttle yang macet agar berfungsi. Hal itu juga bisa menciptakan perbedaan tenaga yang signifikan antara mesin dengan pembuat jet menjadi lebih sulit dikendalikan.*

 

Baca pula : Daftar Korban Terbaru Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang Berhasil Diidentifikasi Tim DVI Polri

 


Berita Terkait