Heboh, Insiden Jenazah Covid-19 Tertukar Di Malang

Sabtu, 30 Januari 2021 12:26 Eris Kuswara Nasional

Heboh, Insiden Jenazah Covid-19 Tertukar Di Malang

 

Koropak.co.id - Baru-baru ini, insiden jenazah pasien Covid-19 tertukar yang terjadi di Malang membuat heboh publik. Akibat kejadian ini, dikabarkan seorang petugas pemakaman dipukul oleh keluarga jenazah hingga pingsan. Diketahui, petugas di lapangan itu diduga kelelahan, sementara keluarga memintanya untuk buru-buru sehingga pada akhirnya ketegangan pun sempat terjadi.

Koordinator Public Safety Center (PSC) 119 Dinas Kesehatan Kota Malang, Dhana Setiawan mengatakan, insiden tertukarnya jenazah tersebut merupakan ketidaksengajaan dari petugas. Karena, saat insiden itu terjadi, petugas di lapangan tersebut juga sudah memakamkan empat jenazah. Pihaknya menilai para petugas itu sedang tidak fokus akibat kelelahan. Selain itu akibat insiden itu juga, petugas dan keluarga jenazah sempat bersitegang.

"Insiden itu bisa terjadi, karena mungkin teman-teman tidak terkontrol emosinya, terus cape juga. Namun saat itu pihak keluarga juga mintanya buru-buru jadi membuat mereka tidak konsentrasi," kata Dhana, sebagaimana dihimpun Koropak, Sabtu (30/1/2021).

Diketahui, PSC 119 sendiri merupakan relawan yang berada dibawah naungan Dinas Kesehatan Kota Malang yang bertugas memakamkan pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Sementara itu, diketahui kejadian tersebut terjadi pada Kamis (28/1/2021) siang di Kamar Mayat Rumah Sakit Umum Daerah Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. Saat itu, ada enam jenazah yang harus dimakamkan.

 

Baca : Polisi dan TNI Kawal Pemakaman Jenazah Positif Covid-19 di Tasikmalaya

 

Sedangkan, jenazah yang tertukar berada di nomor antrean 4 dan akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kasin. Untuk efisiensi waktu, saat itu petugas di lapangan pun mendahulukan nomor antrean 5 dikarenakan jenazah dengan nomor antrean tersebut lokasi pemakamannya sama dengan jenazah nomor antrean 3 yakni di TPU Sukun.

"Jenazah atas nama W ini memiliki antrean nomor 4 setelah pemakaman di Kedungkandang, Karangbesuki, Sukun. Namun, diundur menjadi antrean nomor 5 dikarenakan tim pemakaman akan menyelesaikan terlebih dahulu pemakaman jenazah di Wilayah Sukun," ujarnya.

Ia menuturkan, hal itulah yang membuat keluarga jenazah berinisial W tidak terima dan sempat bersitegang dengan petugas PSC di KM RSSA Kota Malang. Dikarenakan tidak sabar menunggu, pihak keluarga jenazah sempat adu mulut dengan anggota pemakaman, yakni Tri Erwanto dan Alfa. Ketegangan itu berhasil ditengahi oleh seorang Bhabinkamtibmas, Aiptu Budi Setyo dan setelah itu, peti jenazah untuk pasien W dibawa petugas ke TPU Kasin.

Namun setelah sampai di lokasi pemakaman, ternyata jenazah itu tertukar, dan jenazah yang dibawa petugas ternyata jenazah pasien Covid-19 dengan nomor antrean 6. Hal itu diketahui oleh salah satu anggota keluarga jenazah berinisial W yang menyadari bahwa peti yang dibawa bukan jenazah keluarganya, melainkan jenazah berinisial S. Karena tidak terima, keluarga jenazah kembali cekcok dengan petugas dan memukul petugas PSC atas nama Alfa.

"Alfa pun pingsan dan dilarikan ke Rumah Sakit Pantiwaluyo untuk mendapatkan perawatan. Kemudian, anggota tim pemakaman lainnya menuju KM RSSA untuk mengambil jenazah tuan W," kata dia.*

 

Baca pula : Yayasan Bakti Hibahkan Tanah Untuk Pemakaman Jenazah Covid-19

 


Berita Terkait