Suara Misterius, Dentuman Disertai Gemuruh Hebohkan Warga Ciherang Sukabumi

Senin, 01 Februari 2021 12:47 Eris Kuswara Nasional

Suara Misterius, Dentuman Disertai Gemuruh Hebohkan Warga Ciherang Sukabumi

 

Koropak.co.id - Warga Kampung Ciherang, Kabupaten Sukabumi dihebohkan dengan suara dentuman disertai gemuruh pada Sabtu (30/1/2021). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun mencatat anomali gelombang seismik saat warga melaporkan kejadian tersebut.

"Berdasarkan hasil monitoring dari BMKG terhadap beberapa sensor seismik di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menunjukkan adanya anomali gelombang seismik saat warga melaporkan suara gemuruh yang disertai bunyi dentuman," kata Kepala Bidang (Kabid) Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan tertulis, sebagaimana dihimpun Koropak, Minggu (31/1/2021).

 

Baca : BMKG Rilis Daftar Wilayah di Indonesia yang Berstatus Waspada Bencana

 

Ia menjelaskan, untuk durasi rekaman seismik tersebut hanya berlangsung selama tujuh detik. Diketahui, durasi seismik tersebut berlangsung saat di atas pukul 19.00 WIB,"Tampak sangat jelas adanya rekaman seismik yang terjadi pada pukul 19.00.36 WIB hingga 19.00.43 WIB. Lama durasi rekaman seismik tersebut berlangsung cukup singkat yakni hanya selama 7 detik saja," ucapnya.

Ia mengatakan, anomali seismik itu tampak sebagai gelombang frekuensi rendah atau low frequency. Selain itu, menurutnya, sepintas bentuk gelombangnya atau waveform seismiknya tampak mirip dengan rekaman longsoran atau gerakan tanah. fenomena alam gerakan tanah ini juga memang lazim menimbulkan suara gemuruh, bahkan hingga dentuman yang dapat didengar warga di sekitarnya.

"Kami menduga fenomena ini akibat proses gerakan tanah. Menurut laporan warga, getaran itu muncul setelah hujan deras mengguyur. Jadi, untuk dugaan kuat yang terjadi adalah adanya proses gerakan tanah yang cukup kuat hingga terekam di sensor gempa milik BMKG. Meskipun demikian, verifikasi perlu dilakukan dengan survei lapangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah fenomena ini akibat gerakan tanah," ujarnya.*

 

Baca pula : Indonesia Alami Peningkatan Aktivitas Gempa Bumi Sejak Awal Januari 2021

 


Berita Terkait