Heboh, Pesan Berantai yang Sebutkan Polisi Terapkan Biaya Tilang

Senin, 01 Februari 2021 17:55 Eris Kuswara Nasional

Heboh, Pesan Berantai yang Sebutkan Polisi Terapkan Biaya Tilang

 

Koropak.co.id - Baru-baru ini, Mabes Polri memastikan bahwa informasi yang beredar mengenai biaya tilang terbaru setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjabat adalah kabar bohong atau hoaks. Bahkan, bantahan tersebut disampaikan Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Mabes Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan yang merespons mengenai kabar yang menyebar luas melalui media sosial, termasuk aplikasi pesan WhatsApp.

"Divisi Humas Polri memastikan bahwa informasi yang beredar di media sosial itu adalah tidak benar atau hoaks," kata Kabagpenum Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan sebagaimana dihimpun Koropak, Senin (1/2/2021).

Diketahui, dalam pesan singkat yang beredar di media sosial itu menyebutkan bahwa kepolisian mulai menerapkan biaya tilang terbaru dengan harga yang beragam. Selain itu, informasi hoaks tersebut juga menyebutkan bahwa Kapolri Listyo Sigit juga telah memberikan instruksi kepada jajarannya untuk dapat mengambil bukti apabila ada masyarakat yang menolak surat tilang dan memilih jalur damai.

Menurut pesan yang beredar itu juga, personel kepolisian dijanjikan akan menerima bonus apabila mereka dapat menunjukkan bukti tindakan warga yang menyuap aparat. Bahkan tidak tanggung-tanggung bonus yang dijanjikan dalam pesan itu yakni sebesar Rp 10 juta per orang.

 

Baca : Kunjungi Rabithah Alawiyah, Kapolri Ajak Sampaikan Pesan Harkamtibmas dengan Bahasa Umat

 

"Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sendiri tidak pernah memberikan instruksi atau perintah seperti informasi tersebut. Jadi kami sekali lagi menegaskan bahwa sudah dipastikan bahwa informasi yang beredar itu bohong atau hoaks," ucapnya.

Sementara itu, Kapolri Jendral Listyo Sigit sendiri sempat menyinggung terkait upaya penilangan yang akan dilakukan Polisi Lalu Lintas (Polantas) selama masa kepemimpinannya. Bahkan, dalam uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test yang dilaksanakan di Komisi III DPR-RI, Listyo juga berharap agar Polantas tidak lagi menilang pelanggar lalu lintas.

Hal itu dikarenakan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan memasang 166 kamera tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (e-TLE) di 3 Polda dan 4 Polresta. Hal itu dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut dari program Kapolri Jenderal Listyo Sigit, yakni mengandalkan sistem tilang elektronik agar polisi lalu lintas tidak perlu lagi melakukan tilang di lapangan.

"Jadi, pada tahap l itu ada penambahan 3 Polda dan 4 Polresta yang totalnya 166 kamera e-TLE. Rencananya pada bulan Maret 2021 pertengahan akan di-launching," kata Kepala Korlantas Polri, Irjen Istiono dalam keterangan tertulisnya.

Diketahui, kata Istiono, tiga Polda tersebut yakni Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah dan Polda Riau. Sementara untuk empat Polresta yaitu Polresta Jambi, Polresta Gresik, Polresta Batam dan Polresta Padang. Kedepannya, kamera e-TLE ini akan terpasang di seluruh ruas jalan di wilayah Indonesia. Namun, untuk pelaksanaannya tersebut akan dilakukan secara bertahap.*

 

Baca pula : Saat Fit And Proper Test, Komjen Pol Listyo Sigit Singgung Kebijakan Lalu Lintas

 


Berita Terkait