Bencana Banjir Akibat Luapan Sungai Wulan Kudus Semakin Meluas

Rabu, 03 Februari 2021 16:01 Eris Kuswara Nasional

Bencana Banjir Akibat Luapan Sungai Wulan Kudus Semakin Meluas



Koropak.co.id - Bencana banjir akibat luapan Sungai Wulan di Kudus, Jawa Tengah semakin meluas. Bahkan di hari ketiga banjir pada Selasa (2/2/2021) terdapat sekitar 10 desa di tiga kecamatan terdampak banjir.

"Desa Kedungdowo, Banget, Setrokalangan, Garung Lor, Gamong berada di Kecamatan Kaliwungu. Sementara yang terdampak di Kecamatan Jati, ada Desa Dukuh Barisan atau Jati Wetan dan di Dukuh Goleng Desa Pasuruan Lor. Selanjutnya di Kecamatan Undaan di Desa Medini, Undaan Lor dan Karangrowo. Pada intinya, mungkin ada 10 desa yang terdampak," kata Plt Bupati Kudus, Hartopo saat memberikan bantuan warga terdampak banjir di Desa Kedungdowo, Kaliwungu, sebagaimana dihimpun Koropak, Selasa (2/2/2021).

Diketahui, banjir terparah masih terjadi di Kecamatan Kaliwungu hingga Selasa (2/2/2021) pukul 10.00 WIB. Bahkan, ketinggian air pun terus mengalami kenaikan dan berada dikisaran 50 centimeter sampai dengan 2 meter. Untuk bisa beraktivitas, warga pun harus menggunakan perahu. Disana, posko pengungsian pun telah didirikan oleh pemerintah setempat dan warga juga tampak ada yang mulai mengungsi.

"Ketinggian air terus naik dikarenakan curah hujan belakangan ini yang cukup tinggi. Sedangkan, untuk genangan banjir tidak bisa dialirkan atau diserap. Saat ini, debit Bendung Wulan turun, tapi jika di permukiman belum surut dikarenakan ada penambahan curah hujan tinggi. Sehingga secara otomatis akan bertambah," ujarnya.

 

Baca : Bencana Banjir di Aceh Tamiang Semakin Meluas, Ribuan Warga Mengungsi

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Setrokalangan, Didik Handono mengatakan, ada 1.657 jiwa warga setempat yang terdampak banjir. Menurutnya, ketinggian air cenderung mengalami kenaikan dan ketinggian air bahkan ada yang hampir mencapai 2 meter.

"Sebanyak 1.657 jiwa yang terdampak dan pagi ini air mulai kembali naik. Contohnya saja di lereng Gunung Muria naik lagi dikarenakan hujan terus. Kenaikan air disana 5 centimeter, kemudian untuk ketinggian air mencapai 1,5 meter bahkan ada yang juga hampir 2 meter," kata Didik.

Hal senada dituturkan Camat Kaliwungu, Satria Agus Himawan. Menurutnya, genangan banjir di wilayah Kecamatan Kaliwungu masih tergolong tinggi. Tercatat, di Desa Setrokalangan ada 1.657 jiwa terdampak. Kemudian di Kedungdowo sebanyak 234 jiwa.

"Selanjutnya di Banget ada 1.045 jiwa dan Desa Blimbing Kidul ada 1.431 jiwa yang terdampak. Sementara itu, untuk kondisi banjir saat ini masih tinggi dikarenakan curah hujan yang masih deras. Rumah warga yang tergenang akibat banjir sampai dengan saat ini ketinggiannya bervariasi antara 20 centimeter sampai 100 centimeter," tutur Satria.*

 

Baca pula : Menko PMK Akui Salah Satu Penyebab Banjir Besar Kalimantan Adalah Eksploitasi Alam