BI Catatkan Inflasi Kota Tasikmalaya Terjaga Stabil Pada Januari 2021

Kamis, 04 Februari 2021 17:13 Eris Kuswara Daerah

BI Catatkan Inflasi Kota Tasikmalaya Terjaga Stabil Pada Januari 2021



Koropak.co.id - Tercatat pada bulan Januari 2021, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Tasikmalaya mengalami inflasi sebesar 0,25 persen (mtm) yang ternyata sedikit lebih rendah jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar 0,26 persen (mtm).

Demikian disampaikan Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Tasikmalaya, Darjana dalam siaran pers Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya yang diterima Koropak, Kamis (4/2/2021).

"Dengan perkembangan tersebut, maka inflasi tahunannya adalah sebesar 1,69 persen (yoy) yang ternyata lebih tinggi jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar 1,35 persen (yoy). Hal itu juga turut didukung dengan peningkatan konsumsi rumah tangga seiring dengan pemulihan ekonomi. Sementara itu, pada tingkat nasional, tercatat inflasi pada Januari 2021 sebesar 0,26 persen (mtm) atau sebesar 1,55 persen (yoy)," kata Darjana.

Ia menambahkan, sama dengan kondisi nasional, tercatat pada bulan Januari 2021, tekanan inflasi di Kota Tasikmalaya berasal dari kenaikan harga cabai rawit. Hal itu dikarenakan masih terbatasnya produksi di saat curah hujan tinggi. Diketahui, harga cabai rawit di pasar induk Kota Tasikmalaya pada akhir Januari 2021 terpantau pada kisaran Rp 73.000 per kilogram atau mengalami inflasi sebesar 36,95 persen (mtm).

 

Baca : Seiring Pemulihan Aktivitas Ekonomi, BI Perkirakan Inflasi Tahun 2021 Naik

"Selain itu, kenaikan harga juga terjadi pada tahu mentah akibat adanya kenaikan harga kedelai dunia. Sementara di luar bahan makanan, tekanan inflasi berasal dari rokok kretek filter yang sejalan dengan kenaikan cukai rokok sebesar 12,5 persen. Sedangkan untuk tarif rumah sakit dan tukang bukan mandor juga mengalami kenaikan harga sesuai dengan pola historis kenaikan harga di awal atau akhir tahun yang menyesuaikan dengan kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK)," ucapnya.

Di sisi lain, tutur Darjana, kelompok bahan makanan menunjukan penurunan harga karena didukung pasokan yang tercukupi. Seperti penurunan harga pada komoditas telur ayam ras, minyak goreng, cabai merah, bawang merah, dan tomat. Tercatat sudah dua bulan terakhir, harga telur ayam ras terpantau mengalami deflasi, yakni sebesar minus 12,18 persen (mtm) pada Desember 2020 lalu dan minus 5,53 persen (mtm) pada Januari 2021.

"Untuk menghadapi keterbatasan pasokan cabai dari daerah sentra, terutama cabai rawit, maka kami mengimbau agar masyarakat dapat mengoptimalkan penanaman hortikultura sederhana di pekarangan rumah. Karena, diketahui bahwa komoditas cabai rawit ini termasuk hortikultura yang dapat dibudidayakan secara mandiri oleh rumah tangga dengan menggunakan polybag. Sehingga, rumah tangga pun dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya tanpa bergantung pada pasar serta dapat dijadikan juga sebagai kegiatan produktif rumah tangga," ujarnya.*

 

Baca pula : Bank Indonesia Dorong Kerjasama Antar Pemerintah Daerah Kendalikan Inflasi

 


Berita Terkait