AirNav Indonesia Beberkan Hilangnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182

Jum'at, 05 Februari 2021 08:38 Eris Kuswara Nasional

AirNav Indonesia Beberkan Hilangnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182



Koropak.co.id - Diketahui bahwa pesawat Sriwijaya Air dengan nomor registrasi PK-CLC dan nomor penerbangan SJ-182 tidak menunjukkan masalah di awal komunikasinya dengan Air Traffic Controller (ATC). Namun, dalam hitungan menit, pesawat tersebut hilang kontak dan dinyatakan jatuh di Perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021) lalu.

Beberapa waktu lalu, komunikasi terakhir dengan pilot Sriwijaya Air SJ-182 dengan petugas ATC tersebut akhirnya diungkapkan Direktur Utama AirNav Indonesia Pramintohadi Sukarno saat kegiatan Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi V DPR-RI pada Rabu (3/2/2021). Dalam kesempatan itu, pihaknya pun memaparkan menit demi menit komunikasinya.

Dalam komunikasinya tersebut, tercatat petugas ATC sempat beberapa kali memberikan instruksi agar pesawat menambah ketinggian. Bahkan instruksi itu juga dijawab dan direspons dengan baik oleh pilot Sriwijaya Air SJ-182. Berikut penjabarannya sebagaimana dihimpun Koropak, Kamis (4/2/2021).

1. Pada pukul 14.36 WIB
Sriwijaya Air SJ-182 melakukan take off dari Runway 25 dan sempat mengontak ATC pada ketinggian 1.700 kaki pada pukul 14.36 WIB. Sang pilot pun menghubungi Jakarta Approach di frekuensi 179 MHz dan diinstruksikan controller untuk naik ke ketinggian 29 ribu kaki dan mengikuti prosedur SID atau standar alur keberangkatan.

 

Baca : Ini Dugaan KNKT Terkait Penyebab Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182

2. Pada pukul 14.38 WIB
Tercatat pada pukul 14.38 WIB, pesewat melewati ketinggian 7.900 kaki dan SJ-182 meminta arah 0.75 derajat kepada ATC dikarenakan alasan cuaca. Pihak ATC pun mengizinkan menginstruksikan untuk naik ke ketinggian 11 ribu kaki.

"Pilot pun saat itu memang menjawab clear, kita juga minta naik ke ketinggian 11 ribu kaki dikarenakan pada ketinggian yang sama, ada pesawat dalam posisi yang sama yang akan terbang juga ke Pontianak, yaitu AirAsia," kata Pramintohadi.

3. Pada pukul 14.39 WIB
Kemudian pada pukul 14.39 WIB di posisi 10.600 kaki, ATC kembali menginstruksikan pesawat untuk naik ke ketinggian 13 ribu kaki dan direspons baik oleh Sriwijaya 182,"Selama proses dari pukul 14.36 WIB hingga 14.39 WIB itu tidak ada laporan pesawat dalam kondisi tidak normal. Jadi semuanya ini berlangsung dengan normal," katanya.

Saat itu, Sriwijaya Air SJ-182 terpantau di layar radar ATC berbelok ke kiri ke barat laut dari yang seharusnya ke arah kanan di posisi 0,75 derajat.

4. Pada pukul 14.40 WIB
Tepat pada pukul 14.40 WIB, Controller pun melakukan konfirmasi arah ke SJ-182 namun tidak ada respons dan diikuti target hilang dari layar radar.

"Saat itu, ATC berusaha untuk memanggil berulang kali sampai 11 kali, kemudian dibantu juga oleh beberapa penerbangan lain seperti Garuda untuk mencoba melakukan komunikasi dengan SJ-182. Namun tidak ada respons," ujarnya.*

 

Baca pula : Laura Lazarus, Eks Pramugari Lion Air yang Selamat Dari 2 Kecelakaan Pesawat

 


Berita Terkait