KPAI Laporkan Aksi Kontroversial Aisha Wedding ke Pihak Kepolisian

Rabu, 10 Februari 2021 20:04 Eris Kuswara Nasional

KPAI Laporkan Aksi Kontroversial Aisha Wedding ke Pihak Kepolisian



Koropak.co.id - Baru-baru ini, salah satu penyelenggara acara pernikahan atau wedding organizer Aisha Weddings menjadi bahan perbincangan netizen dikarenakan aksi kontroversial yang telah dilakukannya. Penyelenggara pernikahan tersebut mempromosikan pernikahan usia dini mulai dari usia 12 tahun.

Dalam situsnya, Diketahui Aisha Wedding menjelaskan bahwa wanita muslim bisa menikah pada usia 12 hingga 21 tahun,"Semua wanita muslim ingin bertaqwa dan taat kepada Allah SWT dan suaminya. Untuk berkenan di mata Allah dan suami, Anda harus menikah pada usia 12-21 tahun dan tidak lebih," tulis Aisha Weddings sebagaimana dihimpun Koropak, Rabu (10/2/2021).

Dalam postingannya itu, Aisha Wedding juga turut menambahkan,"Jangan tunda pernikahan karena keinginan egoismu, tugasmu sebagai gadis adalah melayani kebutuhan suamimu. Anda harus bergantung pada seorang pria sedini mungkin untuk keluarga yang stabil dan bahagia. Jangan menjadi beban bagi orang tua Anda, temukan pria lebih awal," tulisnya.

Selain itu, dalam ajakannya tersebut, Aisha Weddings juga turut menyematkan ajaran-ajaran agama Islam yang terkait dengan pernikahan. Bahkan mereka pun menganjurkan agar pria dan wanita untuk tidak berpacaran, hal itu dikarenakan akan membuka pintu perzinaan.

 

Baca : Potret Manisnya Pengantin di Tengah Banjir Tuai Pujian Netizen

Atas aksi yang telah dilakukan Aisha Weddings tersebut, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pun langsung bergerak. Wakil Ketua KPAI, Rita Pranawati, MA pun mengatakan bahwa pihaknya sudah melaporkan Aisha Weddings ke polisi.

"Terkait hal ini, KPAI sudah melaporkan dugaan pelanggaran hak anak. Terutama Undang-Undang Dasar perlindungan anak, perkawinan dan BTPTO yang semuanya ada disitu. Hal itu karena mereka menyebutkan perkawinan anak usia 12 hingga 21 tahun. Itulah yang juga melanggar undang-undang," kata Rita.

Ia menambahkan, dikarenakan KPAI peduli terhadap kasus viral Aisha Weddings yang menyangkut anak di bawah umur. Oleh karena itulah, KPAI pun memutuskan untuk membuat laporan ke pihak kepolisian,"Kita itu kan concern dan menegakkan aturan perundangan. Sehingga kami melaporkan ini ke pihak kepolisian. Selain itu, laporan ini juga didasarkan tugas dan fungsi KPAI yang dapat melaporkan dugaan pelanggaran hak anak kepada pihak yang berwajib," ujarnya.

Sementara itu, dalam berbagai unggahan di akun Facebook-nya, Aisha Weddings juga ternyata bukan hanya mempromosikan pernikahan dini. Wedding organizer itu juga ternyata kerap mempromosikan poligami dan pernikahan siri.

Setelah ditelusuri, Wedding organizer tersebut berada di Kendari, Sulawesi Tenggara. Hal itu terlihat dalam unggahannya yang menampilkan foto banner Aisha Weddings yang diletakkan di bawah banner dari Satgas Covid-19 Kota Kendari.*

 

Baca pula : Unik, Pasangan Ini Lakukan Foto Prewedding Gunakan APD

 


Berita Terkait