Akui Kesalahan Dalam Beretika, Kadisporabudpar Minta Maaf

Kamis, 11 Februari 2021 19:44 Dede Hadiyana Parlemen

Akui Kesalahan Dalam Beretika, Kadisporabudpar Minta Maaf

 

 

Koropak.co.id - Bersama Lintas Mahasiswa dan Aktivis serta para pengelola dan pelaku usaha cafe di Kota Tasikmalaya, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya, Aan Hadian secara resmi meminta maaf setelah audiensi di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Tasikmalaya, Kamis (11/2/2021)

Permintaan maaf tersebut disampaikan akibat dirinya memberikan pernyataan yang tidak dapat diterima oleh para pengusaha cafe saat sosialisasi tentang pembatasan jam operasional dan pelayanan pelanggan dalam penanganan Covid-19 beberapa waktu lalu.

Dijumpai Koropak, Kadisporabudpar Kota Tasikmalaya, Aan Hadian mengakui kesalahan dan menyesal atas kekhilafannya tersebut,"Dari lubuk hati yang paling dalam, atas nama pribadi dan dinas, saya meminta maaf kepada pemilik cafe yang ada di Kota Tasikmalaya. Saya akui itu kesalahan saya sebagai manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan dan tidak akan terulang lagi," kata Hadian.

 

Baca : Komunitas Penggiat Sosial Datangi DPRD Kota Tasikmalaya

 

Menurutnya, kejadian tersebut menjadi pelajaran yang berharga, baik secara pribadi maupun secara instansi dalam melaksanakan program penanganan Covid-19 di Kota Tasikmalaya. Akan tetapi dia mengakui bahwa keteledoran tersebut tidak ada tujuan apapun yang menjurus kepada para pengusaha cafe.

"Dalam hal ini, kami dan semua instansi yang terlibat dalam penanganan Covid-19, hanya bermaksud untuk melindungi masyarakat agar penyebaran virus ini tidak menjadi lebih luas. Bahkan, dibalik itu semua, kami sendiri memperjuangkan apa yang menjadi harapan masyarakat khususnya yang berkaitan dengan stakeholder kami," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Tasikmalaya, H. Dayat Mustopa menuturkan, banyak poin-poin dan masukan berharga atas permasalahan yang terjadi, agar tidak menjadi persoalan yang dapat merugikan,"Seperti yang diketahui bersama bahwa Pak Kadis sudah mengakui kesalahan dan kehilafannya. Tapi, jika dilihat dari sisi etika sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), tentunya dia harus ekstra hati-hati saat bersinggungan langsung dengan masyarakat, terlebih lagi di situasi pandemi seperti saat ini," ucapnya.*

 

Baca pula : Nenek-Nenek Jadi PSK di Kota Tasik, DPRD Panggil DPPKBP3A dan Dinsos

 

 


Berita Terkait